Suara.com - Pelawak Alfiansyah Bustami atau yang akrab disapa Komeng berpeluang besar untuk menjadi senator DPD Jawa Barat. Dari data real count KPU RI, Jumat (16/2) pukul 09:31 WIB, Komeng telah mengumpulkan 684.521 suara atau 9,98 persen.
Komeng jadi fenomena tersendiri di Pemilu 2024. Warga daerah pemilihan Jawa Barat berbondong-bondong mencoblos foto Komeng yang nyeleneh di surat suara Pemilu 2024.
Namun tak hanya warga yang memilih Komeng, sejumlah artis dan figur publik juga ramai-ramai berikan suaranya kepada Komeng sebagai perwakilan DPD Jawa Barat.
Pedangdut Wika Salim yang tinggal di Bogor terang-terangan mengaku bahwa ia menyoblos Komeng di Pemilu 2024. "Udeh nyoblos abangggg," tulis Wika di postingan IG Komeng seperti dikutip, Jumat (16/2).
Tak hanya Wika Salim, artis Chika Jessica pun mengaku bahwa ia menyoblos Komeng di Pemilu 2024.
"Bang Komeng maap ya auto ke coblos lobang idung nya di surat suara," tulis Chika.
Komika asal Bekasi Andi Wijaya atau yang akrab disapa Awe pun ikutan menyoblos Komeng.
"Bang Komeng, tadi udah gw coblos bang, berasa gak bang? Pas lobang idung bang tadi," tulisnya.
Atta Halilintar pun ikutan berkomentar di postingan IG Komeng. "Coblos mas Komeng," ungkap suami Aurel Hermansyah itu.
Baca Juga: Visi Misi Komeng Bila Jadi Anggota DPD RI: Pingin Kayak Korea Selatan
Selain itu ada juga Kim Ochi Berlian, selebgram seksi juga mengaku memilih Komeng di Pemilu 2024. "Tadi aku nyoblos bang komeng," tulisnya.
"Uncle aku coblos uncle pas jidat kemarin," tambah artis Indonesia keturunan Luksemburg Sherry Jolieca.
Misi Komeng Jadi Senator
Komeng ternyata memiliki kegusaran tersendiri sebagai seorang calon senator.
Komeng mengungkapkan bahwa dirinya ingin fokus pada pengembangan kebudayaan Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana Korsel melakukan ekspensi budaya ke negara lain.
Melihat fenomena Korea Pop yang begitu menjamur di sejumlah negara seperti di Indonesia, Komeng ternyata memiliki keinginan hal sama untuk negara ini.
Berita Terkait
-
Visi Misi Komeng Bila Jadi Anggota DPD RI: Pingin Kayak Korea Selatan
-
Jawaban Komeng saat Ditanya Alasan Menggunakan Foto Nyeleneh di Surat Suara
-
Asosiasi Kampus Swasta Minta Semua Pihak Terima Siapapun Capres Terpilih, Pendukung Diminta Bersatu
-
Komeng Sarankan Petani Gunakan Spion saat Tanam Padi, Apa Alasannya?
-
Sumber Penghasilan Komeng, Pede Nyaleg DPD sampai Dipastikan Tembus Senayan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan