Suara.com - Sosok pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal dengan Haji Isam viral belakangan ini. Pengusaha dikenal dengan Pengusaha Batu Licin viral karena penampilannya yang sangat santai saat membeli sebuah pesawat mewah.
Ditelisik harga pesawatnya pun mencapai angka triliunan rupiah. Seperti ungkapan anak zaman sekarang, jika orang kaya mah bebas dengan penampilannya.
Pada situs resmi Boeing, Selasa (27/2/2024), produsen pesawat mengumumkan pemesanan unit Boeing Business Jet (BBJ) MAX 7 oleh perusahaan milik Haji Isam ialah Seacons Trading Ltd keluaran produksi pada 17 Juli 2018.
Penampilannya yang viral di media sosial memperlihatkan saat haji Isam berfoto bersama sejumlah orang dengan tampilannnya yang sederhana, menggunakan kaus oblong.
Foto-foto saat Haji Isam beli pesawat Boeing pakai kaus oblong ramai beredar di media sosial Tiktok dan Instagram.
Salah satu akun yang membagikannya ialah @kepoin_trending. Di mana foto-foto tersebut dipublikan oleh situs website Boeing di laman resmi perusahaan.
Tampak di foto diketahui jika Haji Isam ditemani sosok anggota DPR asal Kalimantan Selatan dari PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi. Ia berada di tengah sambil memegang semacam plakat pembelian yang ditandatangani.
Tidak hanya itu, Haji Isam pun ditemani CEO Seacons Trading Ltd, Dudy Purwagandhi. Seacons Trading Ltd merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Johlin Group.
Dari penelusuraan jenis kaos yang digunakan diprediksikan Haji Isam menggunakan kaos yang juga tidak sembarangan.
Baca Juga: Crazy Rich Haji Isam Berangkatkan Umroh 150 Orang Pemenang Batfest
Haji Isam menggunakan kaus oblong berwarna cokelat yang diperkirakan bermerek ternama Dolce & Gabbana.
Baju yang dipakai Haji Isam itu merupakan seri Logo Print Crew Neck T-Shirt Dolce & Gabbana. Kaos tersebut saat dirilis dijual seharga US$ 427 atau sekitar Rp 6,7 juta.
Foto Haji Isam ini pun kemudian ramai dikomentari netizen.
"Kaos oblong dia puluhan juta jg harganya...liat ja mereknya," ucap netizen mengomentari penampilan haji Isam tersebut.
Berita Terkait
-
Crazy Rich Haji Isam Berangkatkan Umroh 150 Orang Pemenang Batfest
-
Gak Sesederhana Kelihatannya, Segini Harga Kaos Haji Isam saat Beli Jet Pribadi Rp1,5 Triliun
-
Happy Asmara Bongkar Status Hubungan dengan Anak Crazy Rich Kalimantan: I Love You!
-
9 Momen Anak Haji Isam PP Jakarta-Singapura Naik Jet Pribadi bareng Gengnya
-
Muka Masam Jhony Saputra di Samping Mobil BMW Mewah, Pajaknya Setara Yamaha Aerox
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas