Suara.com - Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran, Hasan Nasbi, menyatakan pensiun dari dunia konsultan politik. Pengumuman ini ia sampaikan di Youtube pribadinya.
Hasan Nasbi mengatakan, sebenarnya sudah pensiun dari eksekutif kantor perusahaan konsultan politik Cyrus Network tahun 2019. Namun saat itu ia masih menjadi pemilik.
"Tahun 2024 ini saya akan mundur dari semua kegiatan konsultan politik. Saya akan mundur dari kepemilikan perusahaan konsultan politik. Saya mau menikmati hidup," ujar dia.
Baca Juga:
Bak Bumi dan Langit: Gathan Saleh Hilabi Nembak Orang Buron, Adiknya Bantu Orang Susah
Menurut Hasan Nasbi, sepak terjang dirinya di dunia konsultan politik cukup panjang sehingga sudah saatnya digantikan orang-orang lebih muda.
Mengenai rencana ke depan, Hasan mengaku belum tahu mau mengerjakan apa. Namun ia memastikan tidak akan mendapat jabatan tertentu dari Prabowo-Gibran, paslon yang ia bantu pemenangannya di Pilpres 2024.
"Ke depan ga tahu mau ngapain dan saya bukan dalam konteks berburu jabatan. Jadi tidak penting saya dapat apa," tuturnya.
Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Prabowo Jangan Sampai Jadi Beban Keuangan Negara
Di luar perusahaan konsultan politik, Hasan mengaku memiliki beberapa perusahaan lain yang berjalan sangat baik. Kemungkinan kata dia, perusahaan di luar konsultan politik itulah yang menjadi tempat pelabuhan setelah tidak aktif lagi di dunia konsulitan politik.
Langkah Hasan Nasbi pensiun dari dunia konsultan politik ini menurut dia hanya sebuah siklus hidup yang harus dia jalani.
"Ada orang yang menjabat kemudian tidak menjabat, ada orang tidak menjabat bisa jadi menjabat ada orang yang punay perusahaan harus tahu kapan berhenti sehingga meneyrahkan kepada orang-orang lebih muda," papar Hasan.
Menurutnya, jika hidup ingin lebih hidup maka butuh tantangan baru. Sebab di dunia konsultan politik yang ia geluti hampir 20 tahun ini sudah tidak ada tantangannya lagi.
"Ga ada tantangannya lagi. Sudah 3 kali pilpres, jadi sudah tidak ada tantangan. Jadi saya mencoba hal baru yang ada tantangannya," papar Hasan Nasbi.
Diketahui Hasan Nasbi sudah tiga kali ikut dalam pertarungan Pilpres sebagai konsultan politik. Di Pilpres 2014 dan 2019, dia menjadi konsultan politik Jokowi. Di tahun 2024 ini, Hasan Nasbi menjadi bagian dari tim pemenangan Prabowo-Gibran.
Berita Terkait
-
Program Makan Siang Gratis Prabowo Jangan Sampai Jadi Beban Keuangan Negara
-
Menko Airlangga Uji Coba Makan Siang Gratis Prabowo di Tangerang
-
Menguji Kesolidan Nasdem di Jalur Perubahan, Pengamat: Langkah PDIP Jadi Penentu
-
Tak Masuk Gerbong Kabinet Prabowo, Sri Mulyani Sowan Bareng Bos Bank Dunia di Sao Paulo
-
Resmi Pleno KPU, Prabowo-Gibran Menang Di Praha
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!