Suara.com - Anies Baswedan pada Jumat (22/3) sore mendatangai Nasdem Tower Jakarta untuk bertemu dengan Surya Paloh. Kehadiran capres nomor urut 1 itu setelah Prabowo Subianto yang lebih dulu bertemu dengan ketum Nasdem tersebut.
Ada perbedaan cukup mencolok saat Anies dan Prabowo bertemu dengan Surya Paloh di Nasdem Tower. Pada pertemuan dengan Prabowo, Surya Paloh menunggu di pintu masuk Nasdem Tower.
Pada pantauan repoter Suara.com di lokasi juga terlihat karpet merah telah disiapkan untuk kehadiran capres nomor urut 2 tersebut. Keduanya sangat saling akrab saat bertemu.
Prabowo dan Surya Paloh sama-sama saling hormat, setelahnya kedua tokoh ini saling bersalaman dan pelukan. Setelah itu, Prabowo menggandeng tangan Surya Paloh dan berjalan bersama di atas karpet merah.
Hal berbeda justru tampak saat kehadiran Anies Baswedan yang diusung Surya Paloh di Pilpres 2024. Anies saat itu tiba di Nasdem Tower menjelang waktu berbuka puasa Ramadan 2024 sekitar pukul 17:48 WIB.
Bukan Surya Paloh yang menyambut Anies melainkan ketua DPP Nasdem Sugeng Suparwoto. Karpet merah yang sebelumnya untuk menyambut kedatangan Prabowo sudah tidak ada lagi begitu Anies tiba di Nasdem Tower.
Kondisi berbeda ini pun jadi sorotan publik. Banyak netizen di platform media sosial keheranan mengapa ada perbedaan sambutan antara Prabowo dan Anies saat datang ke Nasdem Tower? Padahal Nasdem adalah partai utama pengusung duet Anies-Muhaimin.
Terkait karpet merah yang digelar Nasdem saat kehadiran Prabowo, memang seberapa penting sih karpet merah itu di sebuah acara?
Dilansir dari berbagai sumber, karpet merah merupakan simbol untuk menandai rute laluan kepala negara pada acara-acara seremonial dan formal. Beberapa dekade terakhir, karpet merah juga diperuntukan bagi para figur publik serta selebritas di acara-acara formal.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Sebut Ada yang Kesal Lihat Prabowo Bertemu Surya Paloh, Sindir Anies?
Penggunaan karpet merah faktanya sudah berlangsung sangat lama. Menurut sejarahnya, karpet merah sudah digunakan pada 458 SM saat pertunjukan Agamemnon karya Aeschylus.
Dari sejarahnya dari tahun ke tahun, penggunaan karpet merah yang tak lazim pernah terjadi pada 1821. Saat itu, karpet merah dibentangkan di atas sungai untuk menyambut kedatangan Presiden James Monroe.
Pada 1902, Kereta Api Pusat New York mulai menggunakan karpet merah tua yang mewah untuk lintasan penumpangnya menuju kereta 20th Century Limited. Hal tersebut diyakini sebagai asal mula istilah "perlakuan karpet merah"
Di dekade selanjutnya, karpet merah identik dengan Hollywood dan pemutaran perdana film. Penggunaan karpet merah pada pemutaran perdana film Hollywood dilakukan pertama kali pada pemutaran perdana Robin Hood tahun 1922 yang dibintangi oleh Douglas Fairbanks.
Pada 1961, karpet merah diperkenalkan pada pagelaran Academy Awards di Auditorium Santa Monica Civic. Periode 1964, pihak penyiar Academy Awards merekam dari luar tempat tersebut, menunjukkan kedatangan para tamu saat mereka keluar dari limusin dan berjalan menuju gedung.
Sejak saat itu, karpet merah menjadi titik fokus yang diakui secara global bagi para aktor dan aktris untuk tampil megah dan memamerkan diri di Oscar.
Berita Terkait
-
Ahmad Sahroni Sebut Ada yang Kesal Lihat Prabowo Bertemu Surya Paloh, Sindir Anies?
-
Bukber di NasDem Tower, Anies Beri Buah Sirsak Jumbo untuk Surya Paloh
-
Presiden AS Joe Biden Telepon Prabowo Subianto: Selamat Presiden Terpilih, Saya Ingin Dekat dengan Anda!
-
PKS Yakin NasDem Tetap Dukung Anies usai Prabowo Temui Surya Paloh
-
Beda dengan Prabowo, Anies Kunjungi NasDem Tower Tanpa Disambut Surya Paloh
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri
-
Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik
-
Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan
-
Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM