Suara.com - Perdebatan sengit terjadi di kabinet perang Israel tentang kapan dan bagaimana cara akan merespos serangan Iran pada minggu lalu.
Meskipun kabinet perang tetap kukuh ingin menanggapi serangan Iran namun para anggotanya memperdebatkan waktu dan ruang lingkup respons tersebut.
Tak hanya respons militer, kabinet perang juga mempertimbangkan opsi diplomatik untuk mengisolasi Iran lebih jauh di panggung dunia.
Seorang anggota kunci dari kabinet perang, Benny Ganzt mendorong respons cepat terkait serangan Iran tersebut.
Sedangkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sejauh ini mengerem mengambil keputusan.
Ganzt, meyakini semakin lama Israel menunda responsnya terhadap serangan Iran, maka akan semakin sulit menggalang dukungan internasional untuk melakukan serangan semacam itu.
Saat ini beberapa negara memperingatkan Israel agar tak meningkatkan situasi lebih lanjut dengan respons militer.
Pemerintah Israel menyadari negaranya saat ini tengah mendulang banyak dukungan internasional dan niat baik dari para sekutunya. Namun Israel juga memahami tidak bisa membiarkan serangan pertama Iran ke tanah Israel dibiarkan tanpa jawaban.
Namun diantara pilihan tindakan militer yang dipertimbangkan, kabinet perang masih mengkaji serangan terhadap fasilitas Iran sebagai bentuk 'pesan,' tetapi akan menghindari jatuhnya korban.
Baca Juga: Duh! Harga Pangan Bisa Naik Imbas Serangan Iran ke Israel
Namun para pejabat Israel menyadari hal semacam itu akan sulit dilakukan dan perdebatan masih berlanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!