Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) di berbagai lokasi di Jakarta. Rencananya pembangunan SPKL ini akan dilakukan di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan saat ini pihaknya sedang membangun dua SPKL di Balai Kota dan Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).
Proyek itu rencananya akan rampung pada tahun 2024 ini. Kemudian begitu selesai, pihaknya akan mulai mengerjakan lima SPKL di kantor wali kota dan diperkirakan jadi pada tahun 2025.
"Ke depan (meluas di kantor wali kota) pada (tahun) 2025 itu kita ada rencana lima titik lagi," ujar Hari saat dikonfirmasi, Selasa (30/4/2024).
Dengan demikian, total ada tujuh SPKL yang dibangun di Jakarta terhitung 2024 hingga 2025. Pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengoperasiannya.
Pembangunan SPKL ini disebut hari demi memfasilitasi pengguna kendaraan listrik, dan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak.
"Sekarang ini lagi memetakan bersama Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian SDA untuk melihat berapa keuntungan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Peningkatan Penggunaan SPKLU PLN saat Mudik Lebaran di Sulawesi Melesat 300 Persen
-
Proses Pergantian KTP DKI Jadi DKJ Cuma 10 Menit, Cukup Bawa Ini
-
Geram! DPRD DKI Ngamuk Ambulans Jenazah Pemprov Patok Retribusi Rp350 Ribu: Gila! Beli Kain Kafan Saja Sulit
-
Pemprov DKI Disarankan Ambil Alih Pengelolaan JIS dan TIM, Begini Ceritanya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas