Seminari Islam di Hawza
Sekolah Ayatollah Boroujerdi
Universitas Motahar
Karier politik:
Ketua Ketua Jawatan Pemeriksaan Umum (1994-2004)
Wakil Ketua Hakim Tingkat Satu Iran (2004-2014)
Anggota Majelis Pakar (2007-2016)
Jaksa Agung Iran (2014-2016)
Ketua Hakim Iran (2019-2021)
Baca Juga: Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi Ditemukan Hancur di Perbukitan, Tak Ada Tanda-tanda Selamat
Presiden Iran ke-8 (2021-sekarang)
Biografi Ebrahim Raisi
Ayatullah Hujjat el-Islam Ebrahim Raisol-Sadati atau lebih dikenal dengan nama Ebrahim Raisi merupakan Presiden Iran ke-8. Ia lahir di distrik Noghan, Mashhad, Iran pada 14 Desember 1960.
Raisi sudah dikenal sang ayah sejak usia 5 tahun. Menilik dari garis leluhur, Raisi merupakan Sayyid Husain ibn Ali (Hussaini) , dan ia terhubung dengan Ali ibn Husayn Zayn al-Abidin Sayyid.
Setelah lulus dari sekolah dasar, Raisi kemudian melanjutkan pendidikan di Hawza dan sekolah Ayatollah Boroujerdi. Ia jugas sempat tercatat belajar di Universitas Motahar.
Memiliki latar belakang hukum, Raisi memulia kariernya di dunia peradilan pada 1981. Saat itu, ia diangkat menjadi jaksa di wilayah Karaj. Masih di tahun yang sama, Raisi juga diangkat menjadi jaksa untuk wilayah Hamadan.
Menariknya, dua pekerjaan itu dilakoni oleh Raisi meski jarak antar dua kota itu berjauhan. Jarak antara wilayah Karaj ke Hamadan sekitar 300 km.
Empat tahun setelah menjadi jaksa di dua wilayah itu, Raisi kemudian diangkat menjadi wakil jaksa di Teheran. Kinerjnya terus moncer hingga pada 1988 ia ditempatkan khusus di bawah perhatian langsung Ruhollah Musavi Khomeini, pemimpin tertinggi Iran yang pertama.
Perannya di dunia peradilan Iran membuat Raisi disebut-sebut sebagai bagian dari empat orang yang terlibat dalam eksekusi tahanan politik Iran pada 1988. Ketiga orang lainnya lain adalah Morteza Eshraghi (Jaksa Teheran), Hossein-Ali Nayeri (Hakim) dan Mostafa Pourmohammadi.
Pasca wafatnya Khomeini dan terpilihnya Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru , Raisi diangkat menjadi jaksa Teheran oleh Ketua Hakim yang baru diangkat Mohammad Yazdi.
Tugas ini diembannya selama lima tahun dari tahun 1989 hingga 1994. Nama Raisi terus menyita perhatian publik Iran. Pada Pilpres 2017, Raisi menjadi calon presiden Front Pasukan Revolusi Islam (JAMNA).
Namun ia kalah di Pilpres 2017. Raisi hanya memperoleh 15.786.449 dari 42.382.390 (38,30% suara). Dia kalah dari presiden petahana Hassan Rouhani. Baru pada 2021 ia sukses meraih kemenangan di Pilpres.
Pada Pilpres 2021, Raisi meraih suara pemilih sebanyak 63 persen. Namun, menurut banyak pengamat, pemilihan presiden Iran tahun 2021 dicurangi dan menguntungkan Raisi.
Raisi menikah dengan Jamileh Alamolhoda, putri Imam Sholat Jumat Masyhad, Ahmad Alamolhoda. Pasangan ini dianugrahi dua orang anak perempuan.
Salah satu putri mereka belajar di Universitas Sharif dan yang lainnya di Universitas Teheran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar
-
Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan
-
4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
-
Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid
-
Review Lucky: Bertabur Bintang, Sayangnya Naskah Terlalu Dangkal Dinikmati