Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan pentingnya agar Indonesia dapat menjaga stabilitas politik.
Jokowi berharap tidak terjadi turbulensi politik di tanah air.
Menurut kepala negara, stabilitas politik menjadi kunci untuk melakukan pembangunan di negara.
"Yang paling penting gimana kita bisa menjaga agar tidak terjadi turbulensi politik, kita jaga semuanya agar ada stabilitas politik. Karena itu jadi kunci pembangunan di negara manapun," kata Jokowi dalam sambutan di acara Inaugurasi Ansor di Istora, Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2024).
Menjadi berbahaya kata Jokowi, bila stabilitas politik di suatu negara tidak bisa dijaga. Akibatnya bisa berimbas terhadap ekonomi.
"Kalau ini tidak bisa kita pertahankan yang terjadi adalah kerusakan ekonomi. Oleh sebab itu di sini hadir ketua-ketua partai, ke depan sekali lagi stabilitas politik sangat penting sekali," kata Jokowi.
Diketahui, Indonesia 14 Februari 2024 baru saja selesai menggelar Pemilu 2024. Adapun dari tiga pasangan calon yang berlaga di Pilpres 2024, perolehan suara terbanyak diraih pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
Kemudian di posisi kedua pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Dan di posisi terakhir ada pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Baca Juga: Dokter Tifa Sarankan Anies Pindah Amerika untuk Selamatkan Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan