Suara.com - Ulah seorang oknum pegawai Dishub yang diduga palak sopir pick up ramai jadi sorotan.
Di video yang dibagikan akun @memomedsos terlihat seorang oknum pegawai Dishub berupaya meminta uang rokok kepada seorang sopir pick up yang diketahui KIR-nya mati.
Terdengar dalam video itu sopir pick up sempat mengungkapkan tak ada uang yang diminta.
Meski begitu sang oknum pegawai dishub tak menggubrisnya dan tetap meminta agar diberi uang rokok.
"Aku kalau uang rokok ngga ada pak, ini aku tinggal Rp50 ribu buat beli bensin," ujar si sopir pick up seperti dikutip Minggu (9/6/2024).
"Udah kasih Rp50 ribu aja buat uang rokok," kata oknum pegawai Dishub.
"Aku beneran pak tinggal Rp52 ribu nih," terang sopir pick up berupaya meyakinkan.
"Bingung saya nih," respon oknum pegawai dishub.
"Saya juga bingung pak dari tadi malam belum dibayar. Ini aja saya juga belum makan," timpal sopir pick up.
Baca Juga: Tabrak Lari Bumil di Gambir hingga Keguguran, Sopir Grand Max Pilih Kabur karena Takut Diamuk Massa
"Lu jangan mau kalau ga dibayar," sergah oknum pegawai Dishub.
"Bukan ngga dibayar tapi belum dibayar. Bapak masih tega minta ini pak," jawab sopir pick up.
Lebih lanjut, sang oknum pegawai Dishub tetap bersikeras agar diberi uang rokok, sementara sang sopir juga tak ingin meladeninya.
Potongan video yang memperlihatkan ulah oknum pegawai Dishub berupaya memalak sopir pick up itupun berdasar keterangan yang dibagikan terjadi di kawasan Daan Mogot, Jakarta pada Jumat (7/6/2024) lalu.
Video itupun menuai beragam komentar netizen.
"Bukti udah jelas...apakah ada tindakan?????" kata panon.
"Auto dipecat ga tuh," tulis afri.
"Dan bukan hal yang aneh mau seragam dishub atau seragam yang coklat juga sama aja, kasarnya mereka preman berseragam," kata riyan.
"Ditunggu klarifikasinya," tulis elsss.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat