Suara.com - Kamala Harris masih menjadi perbincangan publik usai dirinya mendapatkan dukungan untuk maju menjadi calon Presiden Amerika Serikat, setelah Joe Biden mundur dari pencalonannya.
Presiden Rusia Vladimir Putin pun turut memberikan pernyataan mengejutkan, kaitan Kamala Harris yang maju sebagai calon bukan Joe Biden dalam pemilihan presiden AS.
Vladimir Putin sebelumnya mengatakan bahwa Moskow lebih memilih Biden daripada Donald Trump, dan menyebut Partai Demokrat lebih mudah diprediksi, pada Pilpres 2024 AS tersebut.
Juru bicara Putin Dmitry Peskov mengatakan, bahwa pihaknya memberikan catatan khusus bagi Kamala Harris, lantaran ada beberapa pernyataan yang penuh dengan retorika tidak bersahabat.
"Ada beberapa pernyataan yang penuh dengan retorika tidak bersahabat terhadap negara kita," katanya, dilansir dari NDTV, Rabu (24/7/2024).
Dia memang merinci komentar apa yang dia maksud Harris, seperti Biden. Pasalnya kata dia mereka telah menjadi pendukung setia Ukraina sejak Rusia melancarkan serangan militer skala penuh pada Februari 2022.
Awal tahun ini dia mengatakan kematian pemimpin oposisi Alexei Navalny di penjara Arktik adalah tanda lebih lanjut dari kebrutalan Putin.
Ia juga menyebut tindakan Rusia di Ukraina sebagai kekejaman yang mengerikan, biadab, dan tidak manusiawi.
Peskov mengatakan pada hari Senin bahwa Moskow tidak dapat menilai potensi pencalonan Harris dari sudut pandang hubungan bilateral.
Baca Juga: Bahas Situasi Global, Cak Imin Singgung Joe Biden Mundur dari Pilpres AS
"Karena sejauh ini kami belum melihat kontribusinya terhadap hubungan bilateral kami," imbuhnya.
Selain pernyataannya yang tidak ramah, Peskov mengatakan bahwa pihaknya belum mempunyai catatan khusus.
“Kami belum mencatat apa pun yang dia lakukan dalam hubungan bilateral kami, baik secara positif maupun negatif," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan