Suara.com - Ancaman wabah pes atau sampar yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin tengah menjadi sorotan saat ini.
Apalagi, dugaan wabah Pes kembali muncul dengan surat beracun yang menggemparkan warga Prancis.
Saat ini Polisi Prancis sedang menyelidiki surat mencurigakan yang terinfeksi kuman penyebab penyakit pes tersebut.
Menurut media Prancis saat melaporkan, sebuah amplop berisi bubuk hitam ditemukan di pusat penyortiran surat di dekat kota Dijon, La Parisien melaporkan.
Tes awal mengungkapkan bubuk itu positif mengandung kuman pes.
Bubuk itu telah dikirim ke Universitas Louis Pasteur untuk pengujian lebih lanjut.
Pes atau sampar adalah penyakit menular yang berpotensi mengancam jiwa yang menyerang manusia dan mamalia lainnya. Penyakit itu membunuh jutaan orang Eropa pada Abad Pertengahan.
Wabah pes merupakan penyakit bakteri yang ditularkan melalui kutu yang hidup di tikus liar.
Penyakit itu dapat membunuh orang dewasa dalam waktu kurang dari 24 jam jika tidak langsung ditangani, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). [Antara].
Baca Juga: Bahaya! Jangan Makan Pepaya Bersamaan dengan Buah-buahan dan Makanan Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan