Sinwar ditahan oleh Israel pada tahun 1988 dan dijatuhi hukuman seumur hidup karena keterlibatannya dalam serangkaian serangan terhadap Israel. Selama di penjara, ia menjadi salah satu tahanan paling terkenal dan mendapat dukungan luas di kalangan pendukung Hamas.
Ia dibebaskan pada tahun 2011, sebagai bagian dari pertukaran tahanan dengan Israel, yang dikenal sebagai pertukaran Gilad Shalit. Pembebasan ini menandai kembali Sinwar ke kancah politik dan militer Hamas dengan peran yang lebih menonjol.
Sinwar diangkat sebagai pemimpin Hamas di Gaza pada Februari 2017, menggantikan Ismail Haniyeh. Ia dipilih oleh dewan syura Hamas setelah melalui proses pemilihan internal.
Dalam posisinya sebagai pemimpin Hamas, Sinwar memainkan peran kunci dalam merumuskan dan melaksanakan strategi perlawanan terhadap Israel. Ia dikenal karena pendekatannya yang agresif dan kemampuannya dalam mengorganisir serangan serta operasi militer.
Sinwar dituduh oleh Israel sebagai salah satu otak di balik serangan besar-besaran Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Sejak perang dimulai, Sinwar telah bersembunyi di Gaza, menolak upaya-upaya Israel untuk membunuhnya.
Serangan Hamas tersebut mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas menurut data Israel. Selama serangan tersebut, para militan juga menangkap 251 orang, 111 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 39 yang menurut militer Israel telah meninggal.
Sementara menurut kementerian kesehatan Gaza, upaya balasan Israel di Gaza sejauh ini telah menewaskan sekitar 39.653 orang.
Sinwar dianggap sebagai salah satu pemimpin Hamas yang paling berpengaruh dan kontroversial. Kepemimpinannya memiliki dampak besar pada situasi politik dan keamanan di Gaza serta hubungan dengan Israel.
Meski demikian, Sinwar sering kali menjadi sasaran kritik dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, karena pendekatannya yang keras dalam konflik dengan Israel dan metode perlawanan yang digunakannya.
Berita Terkait
-
Gantikan Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar Langsung Beri Peringatan Keras Untuk Israel, Siap Balas Dendam?
-
Dari Penjara ke Puncak Kekuasaan, Rekam Jejak Yahya Sinwar sebagai Pemimpin Hamas yang Baru
-
Yahya Sinwar Dinobatkan Sebagai Pemimpin Hamas Setelah Kematian Ismail Haniyeh
-
Beberapa Tentara AS Terluka dalam Serangan Roket di Pangkalan Ain al-Asad Irak
-
Janji Hizbullah Balas Kematian Faud Shukr, 50 Roket Ditembakkan ke Israel Utara
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN