Suara.com - Eric Trump, putra mantan Presiden AS Donald Trump, telah menyatakan rasa tidak sukanya terhadap Pangeran Harry dan Meghan Markle, dengan mengatakan bahwa ayahnya mungkin akan mendeportasi pasangan itu, jika ia memenangkan pemilihan presiden AS pada bulan November mendatang.
"Anda dapat dengan senang hati menerima mereka berdua [Meghan dan Harry]. Kami akan dengan senang hati memulangkan mereka dari Amerika," kata Eric Trump dalam sebuah wawancara dengan GB News pada hari Minggu.
"Anda dapat menerima mereka kembali di sini, tetapi saya tidak yakin apakah Anda menginginkan mereka lagi. Kami mungkin tidak menginginkan mereka lagi, rasanya mereka seperti berada di pulau mereka sendiri."
Ia memuji keluarga kerajaan sebagai "Institut yang indah" dan "sakral" tetapi menyindir karier Meghan Markle di masa lalu sebagai aktris Hollywood, menyebutnya sebagai "apel manja" dan berkata, "Anda selalu dapat memiliki aktor yang buruk dalam segala hal."
Eric Trump menyebutkan bahwa ia sangat mengagumi mendiang Ratu Elizabeth II, menambahkan bahwa ia dan ayahnya "sangat menghormatinya". Ia mengenang dengan penuh kasih interaksi ayahnya dengan Ratu Elizabeth selama masa jabatannya sebagai presiden, dari tahun 2017 hingga 2021.
Setelah kematian Ratu pada tahun 2022, Donald Trump memuji "pemerintahannya yang bersejarah dan luar biasa" di platform Truth Social miliknya. Eric Trump juga berbagi hubungan pribadi dengan keluarga kerajaan, dengan mengungkapkan bahwa mendiang ibunya, Ivana Trump, "memiliki hubungan yang baik" dengan Putri Diana, ibu Pangeran Harry.
Komentar terbaru Eric Trump yang menghina Pangeran Harry dan Meghan Markle bukanlah pertama kalinya keluarga Trump mengkritik pasangan tersebut di depan umum. Ayahnya, Donald Trump, telah vokal tentang ketidaksukaannya terhadap pasangan tersebut, khususnya Markle, yang ia tuduh "tidak menghormati" keluarga kerajaan.
Pada bulan Maret, Trump menyarankan bahwa pasangan kerajaan tersebut, yang telah tinggal di California sejak tahun 2020, mungkin perlu pindah karena pengakuan Harry tentang penggunaan narkoba di AS, seperti yang terungkap dalam memoarnya 'Spare'. Mantan Presiden AS itu menyatakan bahwa Harry seharusnya tidak memiliki "hak istimewa" dan bahwa "tindakan yang tepat" harus diambil jika ia berbohong dalam pengajuan visa AS-nya.
Sebelumnya, di CPAC pada bulan Februari, Donald Trump menyatakan bahwa ia "tidak akan melindungi" Harry, menyebutnya sebagai "memalukan" dan menyatakan bahwa ia "mengkhianati ratu". Ia juga meramalkan bahwa pernikahan Harry dan Meghan Markle akan "berakhir buruk" dalam sebuah wawancara tahun 2022 dengan Piers Morgan.
Baca Juga: Daftar Calon Kuat Pasangan Kamala Harris di Pilpres Amerika Serikat
Berita Terkait
-
Selamat atau Tamat? Begini Visi Donald Trump Terkait Mobil Listrik
-
Meghan Markle Rayakan Ultah ke-43 Tanpa Ucapan Selamat dari Kerajaan, Ada Apa?
-
Video 'Deepfake' Kamala Harris Dinilai Meresahkan, Suasana Kampanye Makin Panas usai Elon Musk 'Usil'
-
Kamala Harris Menangkan suara Partai Demokrat, Dipastikan jadi Calon Presiden AS
-
Daftar Calon Kuat Pasangan Kamala Harris di Pilpres Amerika Serikat
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil