Suara.com - Sebuah konten yang beredar menyebutkan bahwa menekan bagian bawah hidung seseorang yang pingsan akibat serangan stroke dapat menyadarkan mereka.
Konten ini diunggah dengan harapan memberikan pengetahuan pertolongan pertama, seperti yang tertera pada video di mana seorang penumpang kereta disadarkan oleh penumpang lain dengan metode tersebut. Berikut narasi dalam konten berikut:
“Tekan dibawah hidung membuat penderita akan segera sadar kembali.
Buat tambahan pengetahuan Semoga bermanfaat.
INGAT YA KASI TAU KELUARGA & SEMUA KENALAN…
SEMOGA MENOLONG BANYAK ORANG YG MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN PERTAMA
#fyp”
Namun begitu, klaim bahwa menekan bagian bawah hidung bisa menyadarkan seseorang yang pingsan akibat stroke adalah salah.
Dr. Asa Ibrahim Sp.OT. melalui akun Twitter-nya menyatakan bahwa metode ini tidak akan memperbaiki kondisi penderita.
Pertolongan pertama yang benar melibatkan membaringkan korban di lantai, memberi ruang, dan memeriksa denyut nadi di leher.
Jika nadi tidak terdeteksi, kompresi dada perlu dilakukan. Jika ada nadi, cek napas juga penting.
Dr. dr. Ismail Setyopranoto Sp.S(K) dari Universitas Gadjah Mada mengungkapkan bahwa ada faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan, seperti usia, jenis kelamin, dan keturunan, serta faktor yang bisa dikendalikan seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi.
Kesimpulannya, tindakan menekan bagian bawah hidung tidak efektif dalam penanganan stroke. Pengetahuan yang tepat tentang pertolongan pertama sangat penting untuk keselamatan penderita.
Baca Juga: Kepesertaan JKN Capai 98,19%, Indonesia Raih Universal Health Coverage
Berita Terkait
-
Kepesertaan JKN Capai 98,19%, Indonesia Raih Universal Health Coverage
-
Klinik Ini Resmi Hadir di Prabumulih, Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan
-
Minuman 'Air Kecebong' Ini Bikin Heboh Dunia, Ternyata Punya Manfaat Luar Biasa
-
Cek Fakta: Daun Mengkudu Bisa Sembuhkan Darah Tinggi Secara Permanen, Benarkah?
-
Biaya Pengobatan Sonny Septian Tak Ditanggung Penuh Asuransi, Fairuz A Rafiq: Doain Saja
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan