Suara.com - Di media sosial Facebook, sebuah video yang mengklaim bahwa daun mengkudu dapat menyembuhkan hipertensi atau darah tinggi secara permanen telah menarik perhatian banyak orang. Video tersebut memberikan petunjuk kepada pemirsa untuk merebus dua lembar daun mengkudu yang sudah tua dan meminum air rebusannya satu kali sehari selama tiga hingga lima hari untuk mencapai efek tersebut.
Namun, klaim ini belum memiliki dasar ilmiah yang kuat. Menurut penelusuran yang dilansir dari Turnbackhoax, dr. Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno, seorang staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, menyatakan bahwa meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkudu (Morinda citrifolia) memiliki potensi untuk menurunkan tekanan darah, penelitian ini masih terbatas pada hewan dan belum memasuki tahap uji klinis pada manusia.
Oleh karena itu, klaim bahwa daun mengkudu dapat menyembuhkan darah tinggi secara permanen masih sangat prematur dan tidak dapat dijadikan rujukan medis.
Sebagai informasi, Mengkudu sendiri adalah tanaman yang dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, dan telah digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya. Buahnya sering digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, mengurangi nyeri sendi, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tanaman ini juga mengandung senyawa aktif seperti iridoid, yang dianggap memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi.
Namun, meskipun memiliki potensi manfaat kesehatan, penting untuk dicatat bahwa banyak dari klaim ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk dikonfirmasi. Dalam kasus hipertensi, Medical News Today merekomendasikan cara-cara yang lebih terbukti untuk menurunkan tekanan darah secara alami, seperti berolahraga secara teratur, mengurangi asupan natrium, mengelola stres, dan menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
Klaim mengenai kemampuan daun mengkudu untuk menyembuhkan darah tinggi secara permanen tidak hanya menyesatkan, tetapi juga bisa berpotensi membahayakan jika masyarakat mengabaikan perawatan medis yang lebih teruji dan terbukti efektif.
Oleh karena itu, sangat disarankan agar masyarakat tetap mengandalkan saran medis yang terpercaya dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba pengobatan alternatif apapun.
Berita Terkait
-
5 Manfaat Gaya Hidup Minimalis bagi Kesehatan Mental, Tidak Mudah Stres
-
4 Alasan Gen Z Rentan Terkena Gangguan Kesehatan Mental
-
8 Jenis Minuman yang Bisa Bersihkan Ginjal
-
Ramai Dibicarakan, Apa Sebenarnya Intrusive Thoughts?
-
Pentingnya Edukasi Anak tentang Kesehatan Gigi dan Mulut, Cara Menyenangkan Ini Bisa Jadi Tips
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya
-
Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru
-
Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini
-
Merasakan Sensasi Berkendara Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026
-
Dari Pisces hingga Virgo, 5 Zodiak Paling Kalem tapi Penuh Makna di Balik Sikapnya
-
11 Kementerian dan Lembaga Raih WTP, BPK Ingatkan Jangan Berpuas Diri!
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026: Rezeki Datang dari Arah Tak Terduga
-
Inovasi Fintech Berubah Jadi Gerakan Lari dan Pemberdayaan UMKM
-
4 Shio yang Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026, Banyak Hal Baik Datang
-
Ketika Lomba 17-an Kehilangan Peserta: Apakah Indonesia Sedang Memasuki Era Krisis Anak?