Suara.com - Beredar di media sosial sebuah narasi yang menyebutkan bahwa akun TikTok Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Rano Karno akan membagikan uang Rp20 juta untuk pengikutnya.
Pada unggahan akun TikTok @ranokarno.id menyampaikan dengan narasi Rano Karno akan membagikan uang Rp20 juta bagi pengikutnya di media sosial tersebut.
Berikut Narasinya:
"ingat ya saya berbagi bukan karna politik"
"Halo assalamualaikum, saya Rano Karno alhamdulillah hari ini saya berbagi di tiktok bagi siapa saja yang melihat video saya jangan di skip, mungkin ini rezeki Anda 20 juta untuk Anda yang sudah follow, tekan tanda hati dan panah ini resminya, bukan karena politik."
Lantas Benarkah Klaim Tersebut?
Penjelasan:
Berdasarkan hasil penelusuran Cek Fakta Suara.com dilansir dari berbagai sumber, klaim tersebut disampaikan akun TikTok @ranokarno.id.
Video itu membagikan informasi bahwa Rano Karno yang merupakan kader PDIP itu bakal membagikan rezeki sebesar Rp20 juta bagi yang sudah follow akun TikTok tersebut.
Baca Juga: Punya Pengalaman 10 Tahun Jadi Kepala Daerah, RK Sesumbar Dominasi Debat Perdana Pilkada Jakarta
Hingga artikel ini dibuat postingan tersebut telah mendapatkan puluhan ribu likes dan banyak yang mempercayainya pada kolom komentar.
Pada kolom komentar, akun tersebut meminta untuk dihubungi melalui WhatsApp yang tertera pada bio akunnya.
Namun setelah dideteksi dengan Hive Moderation, video tersebut memiliki probabilitas sebesar 85,4% merupakan video deepfake yang dibuat dengan AI.
Postingan semacam ini merupakan modus penipuan, ciri-cirinya korban diminta untuk menghubungi terlebih dahulu secara private seperti melalui WhatsApp.
Agar tidak menjadi korban penipuan, masyarakat dihimbau untuk tidak mengikuti instruksi yang diberikan, apa lagi sampai memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal yang tidak dapat dipercaya.
Kesimpulan:
Dengan demikian, akun TikTok Rano Karno bagikan 20 juta adalah tidak benar dengan kategori Konten Tiruan atau berita bohong.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka