Suara.com - Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024.
Prabowo pun mulai mempersiapkan susunan kabinet dengan memanggil sejumlah tokoh. Mereka berasal dari kalangan politikus, akademisi, tokoh agama, hingga pengusaha.
Dyah Roro Esti Widya Putri termasuk salah satu yang dipanggil Prabowo Subianto ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2024).
Dyah Roro Esti merupakan politikus muda Partai Golkar. Dirinya lahir di Jakarta pada tanggal 25 Mei 1993. Dirinya merasa bersyukur diberi kesempatan membantu kabinet Prabowo-Gibran nantinya.
"Tentu merasa terhormat sekali sebagai anak muda, sebagai perempuan, bahwa beliau memberikan kesempatan kepada kita untuk bergabung dan turut berkontribusi demi memajukan bangsa," katanya kepada wartawan.
Dyah Roro Esti berharap dapat maksimal mengemban amanah yang diberikan.
"Saya yakin dengan dukungan teman-teman (awak media, red) di sini juga kita bisa bekerja sama," ungkapnya.
Total Harta Kekayaan Dyah Roro Esti
Dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN),
Dyah Roro Esti tercatat memiliki total harta kekayaan Rp 2.657.370.131 (Rp 2,6 miliar).
Laporan harta kekayaan Dyah Roro disampaikan pada 30 April 2020. Dalam laporannya, Dyah Roro tidak memiliki tanah dan bangunan.
Namun demikian, dirinya hanya memiliki dua aset, yaitu mobil dan setara kas. Berikut rincian dari aset yang dimiliki Dyah Roro:
1. Tanah dan Bangunan Rp 0
2. Alat Transportasi dan Mesin
- Mobil mini cooper LCI F56 tahun 2018, hasil sendiri senilai Rp 705.000.000
3. Harta Bergerak Lainnya Rp 0
4. Surat Berharga Rp 0
5. Kas dan Setara Kas Rp 1.952.370.131
6. Harta Lainnya Rp 0
Tag
Berita Terkait
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Golkar Rombak Susunan AKD DPR, Bamsoet Kini Jadi Anggota Biasa Komisi II
-
Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana
-
Di Balik Slip Lidah Prabowo, Strategi Komunikasi atau Lemahnya Akurasi Data?
-
Budaya Romantisasi Kemiskinan: Toxic Positivity yang Mengabaikan Realita
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Darurat Karhutla Kalimantan: Saat Jutaan Manusia dan Satwa Endemik Berebut Ruang Napas
-
Sebut Asap Riau Kiriman dari Jambi, Menteri Jumhur Tuai Kontroversi
-
8 Contoh Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita
-
Review Film Glass Heart: Ketika Musik Menjadi Jalan untuk Menemukan Diri
-
Bangkok Rebut Posisi Puncak Destinasi 'Workcation' Global 2026
-
Bully Berujung Maut di Pemalang, Siswa Kelas 8 Ditetapkan Jadi ABH, 17 Saksi Diperiksa
-
Kim Sang-sik Sesumbar Usai Vietnam Hajar Thailand di Final Piala AFF 2026, Tantang Messi dan Ronaldo
-
Jadi Polemik, BPS Ungkap Alasan Warga Ekonomi Rendah Masuk Kelompok Desil Tinggi
-
Sengaja Dibakar! Ini Daftar Konglomerat RI yang Kuasai Lahan Sawit Kalimantan
-
Perkuat Pencegahan TPPO, Kanwil Imigrasi Sumut Gandeng BP3MI hingga Polda Dorong Sinergi PIMPASA