Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan momen kebersamaan Prabowo Subianto dengan Permadi Arya alias Abu Janda.
Video tersebut diunggah oleh akun X dengan nama pengguna Obed R.W. Nadeak, pada Selasa (15/10/2024).
Cuitan tersebut disertai narasi:
“Permadi Arya, kandidat Wamenag khusus urus intoleransi beragama di Indonesia. Menyala Presiden Prabowo ”
“Mentri Agama Permadi arya alias abu janda, paling cocok itu dah buat hapus intoleransi beragama di Indonesia”
Ada juga akun bernama M26165Kalong yang memberikan reaksi yang seolah percaya Permadi Arya akan bergabung ke dalam kabinet Prabowo sebagai Wakil Menteri Agama (Wamenag).
Sedangkan akun dengan nama Tekarok 007 pada Rabu (16/9/2024) menyebut Permadi Arya akan menjadi Menteri Agama.
Postingan tersebut, pada Senin (21/10/2024) sudah disukai sekitar 1.500 akun, ditonton lebih dari dua juta kali, dan dikomentari sekitar 1.000 akun. Sebagian besar mempercayai informasi Permadi Arya akan menjadi Wamenag.
Penjelasan
Baca Juga: Cek Fakta: Shin Tae-yong Mundur jadi Pelatih Timnas Indonesia usai Indonesia kalah dari China
Berdasarkan penelusuran fakta Mafindo, tidak ditemukan data yang mendukung kebenaran narasi teresebut. Diketahui, Prabowo telah memanggil sejumlah calon menteri dan wakil menteri pada Senin (14/10/2024) dan Selasa (15/10/2024).
Berdasarkan artikel yang dimuat Detik.com, Permadi Arya tidak termasuk dalam daftar calon menteri di pemerintahan Presiden Prabowo.
Saat gambar ditelusuri dengan Google Lens, diketahui video unggahan akun X “Obed R.W. Nadeak” serupa dengan dokumentasi yang tayang di rilpolitik.com dan kontenislam.com.
Narasi asli video tersebut adalah momen Permadi Arya makan siang bersama Prabowo pada September 2023.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, narasi yang menyebut “Permadi Arya menjadi menteri maupun wakil menteri dalam pemerintahan Presiden Prabowo” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Berita Terkait
-
Kekayaan Purwadi Arianto, Wamen PAN-RB Ini Punya 33 Bidang Tanah
-
LIVE STREAMING: Pelantikan Wakil Menteri Kabinet Prabowo-Gibran
-
Harta Kekayaan Nasaruddin Umar: Menteri Agama Rasa Juragan Tanah, Jejak Digital Soal Zionisme Disorot
-
Prestasi Taufik Hidayat, Disebut Lebih Cocok Jadi Menteri Ketimbang Wamen
-
Cek Fakta: Shin Tae-yong Mundur jadi Pelatih Timnas Indonesia usai Indonesia kalah dari China
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah