Suara.com - Seorang TikTokers asal Sukabumi, Gunawan alias Sadbor diciduk polisi karena diduga telah mempromosikan judi online (judol) lewat aksi joget live di TikTok.
Perihal penangkapan terhadap Gunawan Sadbor diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abast.
“Iya benar (Gunawan Sadbor ditangkap),” kata Jules saat dikonfirmasi, Jumat (1/11/2024).
Namun, Jules belum menjelaskan soal kasus yang menjerat Gunawan Sadbor lantaran alasan masih didalami penyidik,
“Nanti kami sampaikan rilis resmi. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan Gunawan Sadbor diciduk akibat menyiarkan alias mempromosikan judol lewat kontennya di TikTok.
“Terkait dugaan mentranmisikan promosi judol,” pungkasnya.
Diketahui, Gunawan memulai live TikTok adalah saat pandemi tahun 2020 lalu. Kala itu, ia bermain TikTok di sela-sela pekerjaannya sebagai tukang jahit keliling di jakarta.
Ketika melihat antusiasme yang tinggi dari penontonnya, Sadbor pun memutuskan untuk fokus live dan kembali ke Sukabumi. Sebelum dikenal seperti sekarang, Sadbor mengaku bahwa ia hanya mendapatkan penghasilan puluhan ribu sekali live.
Seiring berjalannya waktu, joget ayam ala Gunawan Sadbor ini pun menjadi viral. Ia juga mengaku bahwa orang-orang terdekatnya ingin ikut live.
Kini, Sadbor memiliki kurang lebih 300 orang tim untuk live. Tak hanya warga kampungnya, Sadbor pun ikut mengajak warga dari kampung sebelah.
Berita Terkait
-
10 Pegawai Komdigi Bekingi Bisnis Judi Online di Bekasi: Diguyur Rp8,5 Juta 'Jaga' Per Situs Agar Tak Diblokir
-
Penghasilannya Wow! Jika 190 Juta Warga Produktif Ikuti Jejak Gunawan Sadbor Live TikTok, Utang Indonesia bisa Lunas?
-
Pejabat hingga Staf Ahli Komdigi jadi Tersangka: Kewenangan Blokir Situs Judi Online Dipakai buat Cari Cuan!
-
Bareskrim Tangkap Pejabat Komdigi Gegara Judi Online, Namanya Masih Dirahasiakan!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka