Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep melanjutkan dukungannya terhadap Calon Walikota dan Wakil Walikota Solo, Respati Ardi-Astrid Widayani.
Untuk diketahui, Respati Ardi dan Astrid Widayani merupakan pasangan calon nomor urut 2 dalam Pilkada Solo 2024.
Latar belakang Kaesang akhirnya menyumbangkan suaranya untuk Respati-Astrid ini rupanya karena sebelumnya hendak mendukung KGPAA Mangkunegoro X atau Gusti Bhre.
Gusti Bhre memang sebelumnya berpasangan dengan Astrid dalam Pilkada Solo. Namun Gusti Bhre diketahui mundur dan mengejutkan sejumlah pihak.
Dalam momen podcast dengan Respati Ardi-Astrid Widayani, Kiky Saputri sebagai host menyentil soal alasan Gusti Bhre mundur dari Pilkada Solo kepada Kaesang.
“Kenapa akhirnya Gusti Bhre mengundurkan diri itu,? Tekanan dari mana itu dulu?,” celoteh Kiky Saputri, dikutip dari Youtube Kaesang, Senin (18/11/24).
“Ada di berita, dari ibunya.. bukan karena tekanan partai, bukan karena pemerintah,” jawab Kaesang.
“Bukan Karena Mulyono, hehe, Tukang Kayu itu,” tandas Kaesang.
Kaesang menegaskan bahwa awalnya, PSI memang mendukung Gusti Bhre, namun kini tetap setia dengan Astrid, lantaran melihat latar belakang Respati yang bagus.
Baca Juga: Kaesang Tenteng Sekaleng Kerupuk di Bandara, Warga TikTok Sibuk Selidiki Konspirasi: Kode Apa Lagi?
“Awalnya kita (PSI) mendukungnya itu Gusti Bhre dan Mbak Astrid,” ujar Kaesang.
“Dan ini Mas Respati itu dulu salah satu dari Tim Suksesnya Gusti Bhre, dan beliau ini dulu geraknya bagus,” tambahnya.
Sebelumnya, Kaesang juga sempat blusukan ke Pasar Klitikan Notoharjo, Solo pada 14 November 2024. Dalam kunjungannya, Kaesang ditemani langsung oleh Respati dan Astrid.
Menurut Kaesang hasil survey yang tinggi justru bukan menjadi alasan untuk berpuas diri. Ia mengingatkan agar calon pemimpin tetap perlu bekerja keras untuk kepentingan rakyat Solo.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas