Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial TikTok dan Facebook viral, mengklaim bahwa lagu "Indonesia Raya" resmi ditetapkan oleh FIFA sebagai lagu pembukaan Piala Dunia 2026.
Unggahan tersebut menarasikan:
"Lagu 'Indonesia Raya' resmi diketuk palu oleh FIFA pada seremoni pembukaan Piala Dunia 2026."
Namun, benarkah klaim tersebut?
Setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi resmi dari FIFA atau sumber terpercaya lainnya yang menyatakan bahwa lagu "Indonesia Raya" akan menjadi lagu pembukaan Piala Dunia 2026. Hingga saat ini, FIFA belum mengumumkan lagu resmi untuk turnamen tersebut.
Sejak tahun 1990, FIFA memang mengadopsi lagu-lagu tertentu sebagai soundtrack resmi untuk setiap Piala Dunia. Daftar resmi lagu-lagu tersebut tercatat dalam berbagai sumber, termasuk tangga lagu Billboard. Namun, lagu resmi untuk Piala Dunia 2026 belum diumumkan oleh FIFA.
Selain itu, FIFA belum pernah mengadopsi lagu kebangsaan suatu negara sebagai lagu pembukaan Piala Dunia.
FIFA memilih lagu resmi yang berfungsi sebagai soundtrack turnamen, biasanya bertema universal, netral, dan sering dinyanyikan oleh artis internasional. Lagu-lagu tersebut mencerminkan semangat sepak bola dan persatuan global, bukan identitas nasional suatu negara.
FIFA menjaga netralitas dalam pemilihan lagu agar dapat mewakili seluruh dunia dan bukan negara tertentu. Oleh karena itu, sangat kecil kemungkinan sebuah lagu kebangsaan dijadikan lagu pembukaan Piala Dunia.
Kesimpulan
Klaim bahwa lagu "Indonesia Raya" dijadikan lagu pembukaan Piala Dunia 2026 adalah tidak benar. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari FIFA yang mendukung klaim tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.Antara
Berita Terkait
-
Here We Go! Elkan Baggott Muncul Kasih Kode ke Marselino Ferdinan Usai Timnas Indonesia Gilas Arab Saudi
-
Ilustrator di Balik Koreo Gundala vs Godzila di Laga Indonesia Lawan Jepang, Karyanya Curi Perhatian Dunia!
-
Taki Ada Timnas Indonesia, Ini 3 Negara yang Belum Menang di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia
-
FIFA 'Rayakan' Timnas Indonesia Hajar Arab Saudi: Magis Marselino Ferdinan!
-
Jalan Terjal Timnas Indonesia Akhiri Kutukan 43 Tahun Tak Menang atas Arab Saudi
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen