Agung Laksono adalah seorang politisi senior Indonesia yang telah berkarier panjang di dunia politik dan pemerintahan.
Ia dikenal sebagai tokoh Golongan Karya (Golkar) dan pernah menjabat di berbagai posisi penting, baik di legislatif maupun eksekutif.
Berikut beberapa informasi utama tentang Agung Laksono:
Karier Politik dan Pemerintahan
-Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)
Agung menjabat sebagai Menko Kesra dalam Kabinet Indonesia Bersatu II (2009–2014) di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Selama masa ini, ia menangani berbagai isu kesejahteraan masyarakat, termasuk bencana alam dan program pengentasan kemiskinan.
-Ketua DPR RI (1999–2004)
Sebelum menjadi menteri, Agung pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI. Dalam peran ini, ia terlibat dalam berbagai pengambilan keputusan penting terkait legislatif di era reformasi.
Baca Juga: Aklamasi Pimpin PMI 2024-2029, JK: Upaya Agung Laksono Bahaya untuk Kemanusiaan
-Tokoh Partai Golkar
Agung adalah salah satu tokoh senior di Partai Golkar. Ia pernah memimpin Partai Golkar versi Munas Ancol setelah terjadi dualisme kepemimpinan dalam tubuh partai pada tahun 2014.
Latar Belakang
-Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 23 Maret 1949.
-Pendidikan: Agung menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), namun ia lebih banyak berkarier di dunia politik daripada di bidang medis.
Kiprah Sosial
Selain politik, Agung juga aktif dalam berbagai organisasi sosial. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).
Agung Laksono dikenal sebagai sosok yang tegas namun diplomatis dalam menangani konflik dan dinamika politik.
Meskipun tak lagi menjabat posisi strategis di pemerintahan, ia tetap menjadi tokoh berpengaruh dalam politik Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan