Suara.com - Mungkin tak banyak dari Anda yang tahu bahwa ada perayaan Hari Sinterklas setiap tanggal 5 Desember. Perayaan ini dilakukan dengan membagi atau saling bertukar hadiah. Namun hal ini juga ternyata berkaitan erat dengan sejarah momen Sinterklas Hitam, yang menjadi catatan kelam dalam kisah bangsa Indonesia.
Perayaan ini kemudian berhenti pada tahun 1957, ketika Presiden Soekarno saat itu mendapatkan serangan granat ketika berkunjung ke sekolah milik Perguruan Cikini. Beliau selamat dari peristiwa tersebut, namun merasa marah atas penolakan Resolusi Indonesia soal Irian Barat pada Sidang UmuM PBB.
Sejarah Momen Sinterklas Hitam 1957
Bermula dari serangan yang diterimanya pada 30 November 1957 tersebut, hal buruk terjadi berturut-turut oleh Presiden Soekarno. Selain penolakan Resolusi Indonesia terkait dengan penyerahan Irian Barat, kemarahan pihak Indonesia juga muncul dalam berbagai bentuk lain.
Salah satu yang terbesar dan berhasil direkam dalam catatan Hilde Janssen dalam Tanah Air Baru, Indonesia (2016), adalah ketika buruh-buruh sayap kiri melumpuhkan perusahaan Belanda. Belanda hilang dari peredaran, dan pemerintah RI melakukan nasionalisasi besar-besaran pada aset yang dimiliki Belanda saat itu.
Di hari perayaan Hari Sinterklas, 5 Desember 1957, menjadi momen kedutaan dan konsulat Belanda ditutup dan rencana evakuasi kemudian dipersiapkan di berbagai lokasi. Untuk orang-orang Belanda yang masih berada di Indonesia, momen perayaan Hari Sinterklas ini benar-benar jadi pengingat kelam atas kejadian yang ada di masa lalu.
Momen yang dirayakan dengan tukar hadiah harus dijalani dengan pemulangan besar-besaran warga negara Belanda kembali ke negaranya, dan Hari Sinterklas tahun 1957 kemudian dikenal dengan istilah momen Sinterklas Hitam.
Terusir dari Tanah Kelahiran
Meski secara praktis mereka yang dipulangkan adalah warga negara Belanda, namun ternyata banyak juga anak-anak yang sebenarnya sama sekali belum pernah tinggal di negeri Belanda. Anak-anak ini lahir dari orang Belanda yang tinggal di Indonesia selama masa penjajahan, sehingga sama sekali tidak tahu bagaimana bentuk negara asal dari orang tua mereka.
Baca Juga: Bantai Inggris hingga Belanda, Indonesia Lolos Perempat Final FIFAe World Cup 2024
Momen Sinterklas Hitam menjadi ingatan yang sangat gelap untuk anak-anak yang belum memahami perpolitikan dunia kala itu. Namun ketegasan dari Presiden Soekarno dan sikap yang diambil menjadi cerminan bahwa Sang Proklamator benar-benar tidak mau lagi harga diri bangsanya diinjak-injak di tanah air sendiri.
Itu tadi sekilas tentang sejarah momen Sinterklas Hitam yang mungkin banyak terlupakan. Semoga menjadi artikel yang berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda
-
Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi
-
Marc Klok Peringatkan Singapura, Timnas Indonesia Bakal Mengamuk Demi Semifinal Piala AFF 2026
-
Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9
-
KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026
-
Belanja Gentlewoman Pakai Kartu BRI Dapat Cashback Rp300 Ribu!
-
Kasus Dokter Viral Komentari Pasien BPJS Berujung Putus Kontrak dengan RS Pusri
-
4 Shio yang Diprediksi Makin Bahagia dan Beruntung Besok 7 Agustus 2026