Suara.com - Aksi pengeroyokan sadis di Kota Depok, Jawa Barat baru-baru ini menjadi sorotan, pasalnya menyebabkan satu orang meninggal dunia berinisial F.
Korban F ini merupakan seorang pelajar dan masih duduk di bangku SMP di Kota Depok.
Kuasa hukum korban, Andi Tatang kepada wartawan mengatakan, bahwa pelaku yang menyebabkan F meninggal dunia itu sudah ditangkap.
"Informasi yang didapat dari Polisi, satu orang sudah diamankan," katanya kepada wartawan, Minggu (30/12/2024).
Namun dari keterangan pelaku kata dia masih ada dua orang buron inisial N dan S.
"Pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban menggunakan senjata tajam berjenis gobang (Semurai) masih belum diamankan," imbuhnya.
Berdasarkan penjelasan Andi, dari bukti-bukti percakapan di media sosial Instagram korban sebelumnya sepakat melakukan duel.
"Sebetulnya duel satu lawan satu, bukan pengeroyokan. Kami dapatkan daripada para saksi memang sebelumnya ada janjian antara pihak korban dengan pihak pelaku,” Andi menuturkan.
Namun pada kenyataannya, korban mendapatkan pengeroyokan satu lawan tiga hingga mengalami luka tusuk dan meninggal dunia.
Baca Juga: Sadis! Pengantar Pizza Tikam Wanita Hamil 14 Kali Gara-gara Tip Rp32 Ribu
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!