Suara.com - Pandji Pragiwaksono merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal menghapus hukuman yang diterima para koruptor.
Menurut Pandji hal sepele ini sukses bikin ramai dan menjadi sorotan publik. Bahkan, banyak yang tidak terima dengan pernyataan Presiden Prabowo tersebut.
“Hai para koruptor, atau yang merasa telah mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya mungkin kami maafkan, tapi kembalikan’ begitulah cara ngomongnya,” kata Pandji menirukan pernyataan Presiden Prabowo.
“Walaupun tidak menjelaskannya secara detil, tapi ini udah cukup bikin ramai,” sebutnya lagi.
Pandji blak-blakan mengatakan bahwa niat baik Presiden Prabowo itu justru akan menguntungkan para koruptor dan tidak jera. Bahkan siapa saja bisa meniru untuk melakukannya.
“Bukan cuman dimaafkan, mereka boleh diem-diem mengembalikan, baik sekali,” ucapnya.
“tapi pertanyaannya adalah buat apa duitnya dibalikin kalau orangnya nggak dihukum, enak bener,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo berniat menghapus hukuman yang diterima para koruptor, dengan syarat mereka mengembalikan kerugian negara meskipun diam-diam.
Penjelasan lebih lanjut rencana Prabowo ini diutarakan orang-orang dekatnya di kabinet dan di parlemen.
Baca Juga: Sentil Kasus Harvey Moeis? Prabowo Singgung Vonis Ringan Koruptor Ratusan Triliun
Wacana memaafkan koruptor adalah bagian dari kebijakan pemberian amnesti dan abolisi kepada setidaknya 44 ribu narapidana.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan