Suara.com - Pemerintah mengakui bahwa penyaluran makan bergizi gratis (MBG) belum bisa dilakukan menyeluruh di Indonesia. Bahkan hingga saat ini pemerintah masih mencari prototype yang tepat untuk menyalurkan MBG ke seluruh Indonesia.
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengemukakan bahwa hal tersebut yang menjadi penyebab MBG baru dilaksanakan di beberapa daerah terpilih di 26 provinsi.
Ia juga memaklumi bila kemudian muncul anggapan 'iri' pada daerah yang belum menjadi prioritas MBG
"Memang ya begitulah, kita kan negara besar ya. Ini semua kan juga bagian dari prototyping untuk menentukan mana yang model yang tepat. Tidak bisa dilakukan semuanya lah, tentu saja ini bertahap," kata Pratikno ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (14/1/2025).
Dia menjelaskan juga bahwa pelaksana program MBG berada dalam naungan Badan Gizi Nasional yang berada di bawah naungan Kemenko Bidang Pangan.
Sementara Kemenko PMK, salah satunya mengurusi bidang pendidikan dan sekolah, sehingga berhak sebagai penerima manfaat.
Masih menurut Pratikno, sekolah-sekolah terus mendukung pemberian MBG selama sepekan pelaksanaan program tersebut.
"Tentu saja sekolah akan juga memberikan dukungan, memberikan masukan untuk perbaikan program ini ke depan. Saya kemarin juga meninjau pelaksanaan makan bergizi gratis di sekolah luar biasa di Jakarta Utara dan sambutannya luar biasa," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, program MBG telah dimulai pada Senin, 6 Januari 2025 lalu.
Baca Juga: Siswa SLB 2 Kali Lepehkan Lauk Makan Bergizi Gratis, Kenapa?
Program tersebut dilaksanakan dengan lebih dari 200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang tersebar di 26 provinsi.
Adapun provinsi yang sudah memiliki SPPG di antaranya Aceh, Bali, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Barat dan Papua Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung