Suara.com - Peristiwa kebakaran yang menewaskan 78 orang di Hotel Grand Kartal, resor ski di Kartalkaya, Turki mengungkap fakta baru, Minggu (26/1/2025).
Ada sebanyak 15 orang ditangkap untuk penyelidikan musibah kebakaran yang menewaskan 78 orang di Hotel Turki tersebut.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (25/1) menyatakan sistem peradilan negaranya sedang berupaya maksimal untuk mengungkap semua aspek insiden agar tidak ada keraguan yang tersisa.
Presiden juga mengecam pihak-pihak yang menggunakan tragedi ini untuk memicu "polemik politik."
Menurut laporan surat kabar Sabah, lima tersangka, termasuk Wakil Wali Kota Bolu, Sedat Gulener, dan Wakil Direktur Pemadam Kebakaran, Kenan Coskun, telah diajukan ke pengadilan.
Dengan demikian, total orang yang ditangkap terkait tragedi ini menjadi 15 orang.
Sementara itu, pemilik hotel, Halit Ergul, menyalahkan staf atas insiden ini, khususnya koki, teknisi listrik, dan petugas keamanan.
Di pengadilan, dia menyatakan bahwa koki bertanggung jawab atas peralatan listrik di dapur, sementara tombol alarm kebakaran berada di bawah kendali teknisi listrik hotel.
Kebakaran bermula di lantai restoran gedung berlantai 12 itu pada Selasa dini hari.
Erdogan berjanji bahwa semua pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini akan dihukum sesuai peraturan yang berlaku. [Antara].
Berita Terkait
-
Hamas Tuding Israel Halangi Pengungsi Palestina Kembali ke Gaza Utara: Gencatan Senjata Dipertanyakan
-
Horor di Udara! Pesawat United Airlines Alami Turbulensi Hebat, Puluhan Penumpang Luka
-
Perjanjian Bersejarah: Empat Tentara Israel Dibebaskan oleh Brigade Al-Qassam, 200 Tahanan Palestina Kembali ke Keluarga
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran