Suara.com - Kebijakan pemangkasan anggaran yang diinstruksikan pemerintah membuat semua instansi negara, baik kementerian dan lembaga (K/L) melakukan efisiensi.
Salah satu yang terkena kebijakan efisiensi tersebut yakni layanan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang menutup waktu operasionalnya pada hari Minggu dan libur nasional.
Dalam akun Instagram perpusnas.go.id, kebijakan itu diputuskan dengan mengikuti aturan yang telah disampaikan pemerintah mengenai efisiensi belanja K/L.
"Menindaklanjuti kebijakan pemerintah tentang efisiensi belanja kementerian/lembaga tahun 2025, Perpustakaan Nasional akan menyesuaikan waktu layanan sebagai berikut: Senin - Kamis 08.00 - 16.00 WIB, Jumat 08.00 - 16.30 WIB, Sabtu 09.00 - 15.00 WIB. Minggu, Libur Nasional dan Cuti Bersama TUTUP."
Pengumuman tersebut mulai diberlakukan pada Senin 10 Februari 2025. Pihak Perpustakaan Nasional juga menyampaikan permohonan pemakluman tersebut kepada khalayak.
"Mohon maklum dan terima kasih."
Unggahan tersebut kemudian ramai direspons netizen yang kebanyakan menyayangkan dampak pemangkasan anggaran membuat Perpustakaan Nasional tutup di hari Minggu dan libur nasional.
"Efisiensi mengorbankan fasum untuk dukung pendidikan," tulis pemilik akun Instagram hele*****.
Tak hanya itu, netizen lainnya bahkan menyindir penutupan yang disebabkan karena efisiensi tersebut dengan pantun.
Baca Juga: Anggaran Kena Pangkas, Kementerian Investasi; ASN Kerja Virtual, Perjadin Disesuaikan
"Ubur ubur ikan lele, efisiensi semua lee," tulis salah satu netizen.
Tak hanya itu, sejumlah netizen mengusulkan agar hari tutup operasional Perpustakaan Nasional diganti pada waktu selain akhir pekan.
"Nggak logis, orang malah ramean ke Perpusnas pas weekend ini malah Minggu tutup Sabtu jamnya dikurangin," tulis netizen lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar