Kota Batavia, yang merupakan pusat perdagangan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan yang berkembang pesat.
Lebih lanjut, Arief juga menjelaskan tentang asal-usul Jakarta, yang mulai berkembang dengan pendirian VOC pada tahun 1602.
Dan bertahan hingga VOC mengalami kebangkrutan pada tahun 1799.
"VOC bukan hanya pusat dagang, tapi juga pusat pemerintahan yang membangun kota ini," kata Arief.
Arief mengungkapkan bahwa Batavia memiliki tembok kota yang membatasi wilayah pusat kota dari daerah sekitarnya.
Tur dilanjutkan dengan penjelasan mengenai berbagai bangunan bersejarah yang ada di kawasan Kota Tua, yakni Museum Keramik dan Seni Rupa.
Kedua bangunan ini awalnya berfungsi sebagai kantor pengadilan, yang dikenal dengan nama Raad Van Justisie.
"Bangunan ini dibangun pada abad ke-18 dan kemudian beralih fungsi seiring dengan perubahan pemerintahan," tambah Arief.
Pada masa penjajahan Jepang, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor logistik, sebelum akhirnya menjadi museum hingga saat ini.
Baca Juga: Bukber Asyik di Samarinda & Balikpapan: Ini 5 Kafe serta Restoran Pilihan untuk Ramadan!
Kegiatan tur pun berlanjut ke Gedung Kantor Pos, yang meskipun bukan kantor pos pertama di Batavia, memiliki sejarah yang sangat menarik.
"Kantor pos pertama ada di dekat pelabuhan, namun kantor pos besar yang kita lihat sekarang dibangun pada abad ke-19," ujar Arief.
Dari tempat ini, terungkap sistem pengiriman surat yang mengukur tarif berdasarkan jarak, dari Jakarta menuju berbagai daerah sekitar.
Tur terus berlanjut ke beberapa tempat menarik lainnya, termasuk Museum Sejarah Jakarta, yang merupakan balai kota pertama Batavia yang dibangun pada tahun 1627.
Serta tempat eksekusi yang terletak di depan kantor pemerintahan VOC.
"Panggung ini digunakan untuk eksekusi hukuman mati yang sering disaksikan banyak orang, bahkan di abad ke-19," ungkap Arief.
Peserta tur juga diajak mengunjungi dan mendengar legenda Meriam Si Jagur yang berasal dari Portugis.
Serta Monumen Trem yang menjadi simbol sejarah transportasi di Indonesia.
Rute tur kemudian bergerak ke arah Kali Besar, yang pada masa lalu merupakan jalan utama dan sentral bisnis di masa pemerintahan Belanda.
"Jadi di sini dikenal dengan namanya Central Bussiness District. Makanya banyak bank-bank luar negeri yang berdiri di sini," jelasnya.
Sambil memandangi bangunan putih dan Toko Merah di antaranya, Arief bercerita panjang tentang asal usul penamaannya dengan peristiwa Geger Pecinan 1740.
Tidak hanya lanskap bangunan, di atas Kali Besar terdapat Jembatan Budaya dan Monumen Penurunan Air Tanah yang mengungkapkan betapa cepatnya penurunan permukaan tanah di Jakarta.
Mendekati akhir tur, peserta dibawa mengenal kawasan Bank Indonesia yang merupakan bekas rumah sakit dan kemudian menjadi kantor perbankan.
Perjalanan pun ditutup dengan singgah di kawasan seberang Stasiun Jakarta Kota, yang dulunya dikenal sebagai Stasiun BEOS (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij).
Konon, nama Beos diambil dari nama perusahaan Belanda yang mengelola stasiun tersebut di masa lalu.
Adapun saat ini, Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Beos hanya melayani KRL Commuter Line Jabodetabek dengan 12 jalur kereta.
Di akhir tur, Arief menjelaskan Free Walking Tour sendiri diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta tur.
Untuk menggali sejarah Jakarta yang kaya akan budaya dan peristiwa penting.
Ia juga menambahkan, meski banyak wisatawan asing yang datang pada musim liburan.
Wisatawan domestik pun tak sedikit yang tertarik untuk mengikuti tur ini, terutama untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Jakarta.
Peserta dapat menikmati tur yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.
Tidak hanya mengenal bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga memahami bagaimana Kota Tua berperan penting dalam perkembangan Jakarta dan Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya
-
Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain
-
Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar
-
Ibarat Sapu Lidi, Prabowo Sebut Koperasi Alat Orang Miskin Bersatu Jadi Kuat
-
Prabowo Blak-blakan: Semua Partai Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingannya
-
Prabowo Ultimatum Koruptor: Sadar Diri, Hentikan, dan Kembalikan Uang Rakyat!
-
Meninggal karena Serangan Jantung, Temon Sempat Dilarikan ke RSUD Mampang
-
Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia
-
Akrab di GBK, Intip Gestur Hormat Jaksa Agung-Panglima TNI dan Kapolri Sambut Prabowo
-
LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta