“Tapi gak laku jualan kopinya? Ujar Dedi.
“Kalau jualan ya kadang-kadang ada yang beli, kadang-kadang sepi,” aku pemilik warung.
Dedi kemudian menanyakan asal daerah pemilik warung tersebut, dan menyarankannya untuk pulang.
“Ibu orang mana?,” tanya Dedi.
“Saya orang Jambe Laer,” jawab pemilik warung.
“Kan ini bangunan-bangunan liar kumuh tanpa izin. Kan kemungkinan akan saya tata, karena kumuh, apalagi kalau malam. Ibu bisa gak libur dulu jualannya? Libur dulu pulang ke Jambe Laer, selama ibu di Jambe Laer nanti sama saya dikasih 3 juta,” kata Dedi menjelaskan.
“Oh iya,” jawab pemilik warung.
Pemilik warung ini diliburkan oleh Dedi dan diberikan bekal hidup selama satu bulan dengan uang senilai Rp 3 juta.
“Ini ditertibkan dulu, mau ditata, supaya tidak semerawut, harus rapi. Ini uang 3 juta dari saya, untuk bekal ibu selama satu bulan,” ujar Dedi.
Baca Juga: Ormas Preman Ganggu Pembangunan Pabrik BYD di Subang
“Satu bulan bapak? Terima kasih bapak,” jawab pemilik warung.
“Kalau kopi nggak mungkin dapat 3 juta kan ibu,” timpal Dedi Mulyadi.
Sebelumnya Dedi Mulyadi juga membongkar bangunan tanpa izin di Subang.
Bangunan usaha milik perempuan yang dipanggil Mamih di Subang ini akan ditertibkan.
Namun mamih tersebut bukannya kecewa malah mengucap Syukur.
Hal ini karena saat Dedi Mulyadi izin menertibkan kawasan tersebut selama sebulan, mamih tersebut mendapat ganti rugi sebesar Rp 5 juta.
Tidak adanya surat izin mendirikan bangunan membuat Dedi semakin kuat alasannya untuk menggusur warung sang ibu.
Terlebih menurut Dedi, warung yang dimanfaatkan tidak semestinya itu dianggap tidak pantas.
Dedi Mulyadi kemudian memberikan uang DP sebesar Rp 5 juta untuk mengganti rugi bangunan yang hendak dibongkar tersebut.
Dedi juga meminta alamat dan nomor ponsel sang ibu, untuk memberikan sisa ganti ruginya melalui transfer.
“Ini saya beri DP penggantian, dikasih 5 juta dulu ya,” ujar Dedi
“Ya terserah bapak aja,” timpal ibu.
“Minta alamat mamihnya, saya gak akan merugikan mamih. Nomer hp mamih kasih ke ajudan saya, nanti ditransfer sisanya, ya untuk penggantian bangunan,” Janji Dedi Mulyadi.
Usai mendengar keterangan ibu tersebut, Dedi Mulyadi kemudian memberikan uang sebesar Rp 5 juta untuk biaya makan selama sekitar satu bulan atau selama jalur itu dirapikan.
"Makasih pak, makasih ya Allah," ucap ibu itu usai menerima uang dari Dedi Mulyadi.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Apakah Harga Minyak Dunia Kembali Normal Setelah AS - Iran Damai?
-
Diplomasi Prabowo Gagal? Malaysia Lebih Unggul Ambil Peluang Ketimbang Indonesia
-
Istana Ungkap Strategi Kembalikan Kepercayaan Publik di Tengah Dinamika Nasional
-
Sindir DPR dan Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Kirim Karangan Bunga Duka ke Senayan
-
Filipina Kembali Gempa Bumi Besar 6,2 SR
-
Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta
-
Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'
-
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
-
Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot
-
Bos Maktour Lagi-lagi Mangkir Pemeriksaan Korupsi, KPK Beri Respon Tegas