News / Nasional
Selasa, 22 April 2025 | 14:29 WIB
Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

“Tapi gak laku jualan kopinya? Ujar Dedi.

“Kalau jualan ya kadang-kadang ada yang beli, kadang-kadang sepi,” aku pemilik warung.

Dedi kemudian menanyakan asal daerah pemilik warung tersebut, dan menyarankannya untuk pulang.

“Ibu orang mana?,” tanya Dedi.

“Saya orang Jambe Laer,” jawab pemilik warung.

“Kan ini bangunan-bangunan liar kumuh tanpa izin. Kan kemungkinan akan saya tata, karena kumuh, apalagi kalau malam. Ibu bisa gak libur dulu jualannya? Libur dulu pulang ke Jambe Laer, selama ibu di Jambe Laer nanti sama saya dikasih 3 juta,” kata Dedi menjelaskan.

“Oh iya,” jawab pemilik warung.

Pemilik warung ini diliburkan oleh Dedi dan diberikan bekal hidup selama satu bulan dengan uang senilai Rp 3 juta.

“Ini ditertibkan dulu, mau ditata, supaya tidak semerawut, harus rapi. Ini uang 3 juta dari saya, untuk bekal ibu selama satu bulan,” ujar Dedi.

Baca Juga: Ormas Preman Ganggu Pembangunan Pabrik BYD di Subang

“Satu bulan bapak? Terima kasih bapak,” jawab pemilik warung.

“Kalau kopi nggak mungkin dapat 3 juta kan ibu,” timpal Dedi Mulyadi.

Sebelumnya Dedi Mulyadi juga membongkar bangunan tanpa izin di Subang.

Bangunan usaha milik perempuan yang dipanggil Mamih di Subang ini akan ditertibkan.

Namun mamih tersebut bukannya kecewa malah mengucap Syukur.

Hal ini karena saat Dedi Mulyadi izin menertibkan kawasan tersebut selama sebulan, mamih tersebut mendapat ganti rugi sebesar Rp 5 juta.

Tidak adanya surat izin mendirikan bangunan membuat Dedi semakin kuat alasannya untuk menggusur warung sang ibu.

Terlebih menurut Dedi, warung yang dimanfaatkan tidak semestinya itu dianggap tidak pantas.

Dedi Mulyadi kemudian memberikan uang DP sebesar Rp 5 juta untuk mengganti rugi bangunan yang hendak dibongkar tersebut.

Dedi juga meminta alamat dan nomor ponsel sang ibu, untuk memberikan sisa ganti ruginya melalui transfer.

“Ini saya beri DP penggantian, dikasih 5 juta dulu ya,” ujar Dedi

“Ya terserah bapak aja,” timpal ibu.

“Minta alamat mamihnya, saya gak akan merugikan mamih. Nomer hp mamih kasih ke ajudan saya, nanti ditransfer sisanya, ya untuk penggantian bangunan,” Janji Dedi Mulyadi.

Usai mendengar keterangan ibu tersebut, Dedi Mulyadi kemudian memberikan uang sebesar Rp 5 juta untuk biaya makan selama sekitar satu bulan atau selama jalur itu dirapikan.

"Makasih pak, makasih ya Allah," ucap ibu itu usai menerima uang dari Dedi Mulyadi.

Kontributor : Kanita

Load More