Fakta-fakta itu membuat Ita geram usai Fadli Zon mengatakan bahwa pemerkosaan massal 1998 adalah rumor belaka.
"Statemen saya adalah bahwa Fadli Zon telah membohongi publik, berdusta kepada publik dan perempuan Indonesia. Fadli Zon juga telah melakukan pembohongan fakta sejarah," kata Ita.
Pernyataan ini hadir saat Ita Fatia Nadia tampil dalam konferensi pers, merespons ucapan Fadli Zon.
Tapi setelah pernyataan itu hadir, Ita Fatia Nadia mendapat ancaman hingga mau dibunuh.
"Jumat malam, saya mendapatkan telepon di jam 11 malam, 'antek Cina kamu!'," kata Ita Fatia Nadia.
"Saat itu saya diam saja, tapi setelahnya saya bicara kepada satu teman bahwa saya tidak takut, sudah biasa," imbuhnya.
Ancaman kembali berlanjut di Minggu dini hari. Suara yang sama dan nomor yang sama bicara dengan tegas kepada Ita Fatia Nadia.
"Katanya 'kamu keluarga PKI, suamimu tapol, matiin orang PKI itu, gampang, tidak ada yang membela'. Nada suaranya keras," kata Ita Fatia Nadia.
Sebelum telepon itu berakhir, si pengancam soal rencana pembunuhan. "Terakhir 'saya bungkam mulut kamu sampai mati'," katanya.
Baca Juga: Sebut Fadli Zon Bohongi Publik Terkait Pemerkosaan Massal, Ita Fatia Diancam Dibungkam sampai Mati
Ita Fatia Nadia mengakui, suaminya adalah seorang tapol alias tahanan politik. Namun kondisinya yak seperti dirinya yang bisa beraktivitas dengan normal.
"Suami saya tapol, tapi sudah sepuh, sedang sakit, tapi kami semua merawat dengan cinta kasih," katanya.
Berita Terkait
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal
-
Kritik Penyangkalan Negara, Guru Besar UI Desak Pengakuan atas Tragedi Pemerkosaan Massal 1998
-
Demi Korban 98, Koalisi Sipil Banding Lawan Fadli Zon Usai Gugatan Ditolak PTUN
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?