Suara.com - Riuh rendah suara anak-anak kembali terdengar di halaman sekolah. Tahun ajaran baru telah tiba, dan bagi ribuan anak, ini adalah hari pertama mereka melangkahkan kaki ke gerbang sekolah, entah itu taman kanak-kanak (TK) atau sekolah dasar (SD).
Momen ini bukan hanya peristiwa besar bagi sang anak, tetapi juga episode emosional yang tak terlupakan bagi orang tua.
Di tengah kesibukan menyiapkan seragam dan bekal, ada satu hal yang tak kalah penting. Bagaimana menjadikan hari pertama sekolah sebagai kenangan manis yang menguatkan ikatan kasih sayang.
Hari pertama sekolah adalah jembatan antara dunia aman di rumah dengan petualangan baru di dunia luar.
Bagi anak, ini adalah langkah besar menuju kemandirian. Bagi orang tua, ini adalah momen haru melihat buah hati tumbuh.
Merekam momen ini bukan sekadar tentang mengambil foto untuk diunggah di media sosial, melainkan tentang menciptakan sebuah ritual yang sarat makna.
Lalu, bagaimana cara orang tua bisa merekam momen ini secara kreatif dan menunjukkan rasa sayang yang lebih dalam?
1. Ciptakan 'Kapsul Waktu' Digital dan Fisik
Sebelum berangkat, luangkan waktu sejenak untuk wawancara singkat. Gunakan ponsel Anda untuk merekam video.
Baca Juga: Seragam Sekolah Gratis Dari Sumatera hingga Papua
Ajukan pertanyaan ringan seperti, “Kakak/Adik, hari ini mau sekolah, perasaannya gimana?”, “Nanti di sekolah mau main apa?”, atau “Kalau sudah besar, cita-citanya mau jadi apa?”.
Simpan video ini baik-baik. Di akhir tahun ajaran, buat video serupa dengan pertanyaan yang sama.
Membandingkan jawaban mereka setahun kemudian akan menjadi harta karun kenangan yang tak ternilai, menunjukkan betapa pesatnya mereka tumbuh.
Selain video, buatlah “Jejak Kenangan”. Jiplak telapak tangan atau kaki anak di atas kertas, tuliskan tanggal, nama, dan kelasnya.
Simpan di dalam sebuah map khusus bersama dengan foto hari pertama sekolah dan hasil karya pertamanya nanti.
Ini adalah cara fisik untuk merasakan betapa mungilnya mereka saat memulai perjalanan pendidikannya.
2. Sarapan Spesial dan Bekal Penuh Cinta
Jangan remehkan kekuatan sebuah sarapan. Di pagi yang mungkin sedikit menegangkan bagi anak, siapkan menu sarapan favoritnya.
Suasana makan bersama yang hangat dan ceria akan menjadi mood booster yang ampuh.
Katakan padanya bahwa ini adalah sarapan untuk "calon anak hebat" yang siap belajar.
Untuk bekal, selipkan "surat cinta" atau catatan kecil di kotak makannya.
Cukup kalimat sederhana seperti, “Semangat ya, Nak! Mama Papa sayang kamu,” atau gambar smiley face yang lucu.
Ketika anak membuka bekalnya di jam istirahat, catatan kecil itu akan menjadi pengingat bahwa ia tidak sendirian dan selalu ada cinta yang menemaninya, meskipun dari jauh.
Ini adalah pelukan hangat dalam bentuk tulisan.
3. Ritual Perpisahan yang Menenangkan, Bukan Drama
Rasa cemas saat berpisah di gerbang sekolah adalah hal yang wajar, baik bagi anak maupun orang tua.
Alih-alih membuatnya menjadi drama yang berlarut-larut, ciptakan ritual perpisahan yang singkat, positif, dan konsisten.
Cobalah "pelukan beruang" yang erat, tos spesial, atau ciuman "kekuatan super" di kening.
Ucapkan kalimat yang meyakinkan, seperti, "Belajar yang seru ya, nanti Papa/Mama jemput lagi." Setelah itu, segeralah pergi dengan senyuman.
Menunjukkan wajah cemas atau terlalu lama menunggu akan membuat anak semakin khawatir. Percayalah pada guru dan lingkungan sekolah yang baru.
Kepercayaan diri Anda akan menular pada anak.
4. Sambutan Hangat Saat Pulang Sekolah
Momen kepulangan sama pentingnya dengan keberangkatan. Sambut anak dengan pelukan hangat dan senyum tulus.
Hindari langsung memberondongnya dengan pertanyaan interogatif seperti, “Tadi di sekolah ngapain aja?” atau “Ada PR, nggak?”.
Biarkan ia beristirahat sejenak. Mulailah dengan pertanyaan terbuka yang menyenangkan, misalnya, “Apa hal paling seru yang terjadi hari ini?” atau “Tadi kenalan sama siapa aja? Ada yang lucu nggak temennya?”.
Dengarkan ceritanya dengan penuh perhatian. Ini menunjukkan bahwa Anda peduli pada pengalamannya, bukan hanya pada hasil akademisnya.
Merekam hari pertama sekolah adalah tentang merayakan sebuah pencapaian. Dengan sentuhan kreativitas dan kasih sayang yang tulus, momen ini akan terpatri dalam memori anak, bukan sebagai hari yang menakutkan.
Tetapi sebagai awal dari petualangan seru yang selalu didukung oleh cinta tanpa syarat dari orang tuanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik