Jenazah pertama merupakan korban laki-laki yang ditemukan pada pukul 07.00 WITA.
Mayat itu ditemukan oleh nelayan di sekitar pantai yang berjarak sekitar 2 kilometer dari bibir pantai. Selanjutnya, mayat itu berhasil dievakuasi ke daratan pada pukul 07.54 WITA.
Korban ditemukan dengan mengenakan celana biru pendek dan kaos hitam. Korban langsung dibawa ke RSU Negara, Kabupaten Jembrana.
Sementara, jenazah kedua ditemukan pada pukul 06.00 WITA di Pantai Pengambengan, Kabupaten Jembrana oleh nelayan.
Mayat laki-laki itu baru bisa dievakuasi sekitar puku 08.30 WITA. Mayat itu langsung dibawa ke RSU Negara.
Kedua mayat korban itu kemudian dibawa ke RSUD Blambangan, Jawa Timur untuk proses identifikasi.
“Setelah berhasil dievakuasi ke darat, selanjutnya kedua jenazah yang ditemukan ini dibawa ke RSUD Negara dan kemudian dibawa ke RSUD Blambangan guna dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI Polri,” ujar Deputi Operasi Basarnas yang juga merupakan koordinator misi SAR, R. Eko Suyanto dalam keterangannya pada Rabu (9/7/2025).
Eko juga menjelaskan jika tim pencarian di udara, laut, dan darat kembali memfokuskan pencarian di sisi selatan dari titik tenggelamnya kapal.
Hal itu dikarenakan arus yang mengarah ke selatan. Unit ROV (Remotely Operated Vehicle) yang berupaya menemukan bangkai kapal juga mulai diturunkan.
Baca Juga: Selain Shayne Pattynama, Buriram Rekrut Pemain Keturunan Eks Bali United
Proses pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya diperpanjang selama tiga hari karena alasan kemanusiaan.
Setidaknya, masih ada sekitar 20 korban yang masih belum ditemukan hingga saat ini.
Dari 42 korban yang sudah dievakuasi, sebanyak 30 korban ditemukan selamat dan 12 orang ditemukan tewas.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto