Suara.com - Rasa penasaran adalah manusiawi, terutama ketika sebuah nama seperti Andini Permata mendadak viral dan menjadi topik perbincangan panas di seluruh platform media sosial.
Kehebohan ini membuat banyak netizen berlomba-lomba mencari dan mengklik tautan atau link yang diklaim sebagai video syur miliknya, seringkali disertai narasi sensasional seperti "bersama bocil". Namun, di balik rasa penasaran itu, ada bahaya nyata yang mengintai.
Para pelaku siber sering memanfaatkan momentum ini untuk melancarkan berbagai serangan.
Mereka tahu bahwa keingintahuan bisa membuat orang lengah dan mengabaikan keamanan digital dasar.
Alih-alih mendapatkan video yang dicari, Anda justru bisa menjadi korban berikutnya. Sebelum terlambat, kenali empat jebakan paling umum yang disebar menggunakan kedok video viral Andini Permata.
1. Jebakan Phishing untuk Mencuri Akun Media Sosial
Ini adalah modus paling klasik dan paling sering berhasil. Link yang disebar akan mengarahkan Anda ke sebuah halaman yang tampilannya dibuat sangat mirip dengan halaman login media sosial (Instagram, Facebook, Twitter) atau bahkan halaman login Google.
Halaman palsu ini akan meminta Anda untuk "login untuk verifikasi umur" atau "login untuk menonton video". "Begitu Anda memasukkan username dan password, data Anda langsung terkirim ke penipu. Akun Anda bisa diambil alih, disalahgunakan untuk menipu teman-teman Anda, atau dijual di pasar gelap," ungkap seorang pakar keamanan siber.
2. Serangan Malware dan Ransomware Perusak Data
Baca Juga: 4 Misteri Terbesar Kasus Video Syur Andini Permata dan Bocil yang Diburu Warganet
Beberapa link tidak mengarah ke halaman login, melainkan langsung mengunduh file berbahaya ke perangkat Anda. File ini bisa berjenis .apk jika Anda membukanya di Android, atau file .exe di komputer. Begitu terinstal, malware ini bisa melakukan banyak hal, mulai dari mencuri data perbankan (mobile banking), memata-matai aktivitas Anda melalui kamera dan mikrofon, hingga yang paling parah adalah ransomware.
Ransomware akan mengenkripsi atau mengunci semua data di ponsel atau laptop Anda, dan para penjahat akan meminta uang tebusan jika Anda ingin data Anda kembali.
3. Pencurian Data Pribadi untuk Pinjol Ilegal
Ada juga link yang mengarahkan ke situs yang meminta Anda mengisi formulir dengan data pribadi sensitif. Mereka mungkin meminta nama lengkap, nomor KTP, nomor ponsel, hingga swafoto dengan KTP (selfie KTP) dengan dalih "verifikasi".
Data ini adalah harta karun bagi para pelaku kejahatan. Mereka bisa menggunakannya untuk mendaftarkan pinjaman online (pinjol) ilegal atas nama Anda. Anda tidak pernah menerima uangnya, tetapi tiba-tiba ditagih oleh debt collector dengan bunga selangit.
4. Situs Sampah Penuh Iklan (Adware)
Ini adalah jebakan yang paling "ringan" namun tetap sangat mengganggu. Link yang Anda klik mungkin tidak mencuri data secara langsung, tetapi akan membawa Anda ke situs web yang dipenuhi dengan puluhan iklan pop-up yang sulit ditutup.
Setiap klik yang Anda lakukan di situs tersebut akan memberikan keuntungan finansial bagi pemilik situs. Perangkat Anda akan menjadi lambat, boros kuota, dan browser Anda bisa jadi terinfeksi adware yang akan terus menampilkan iklan mengganggu bahkan ketika Anda tidak sedang membuka situs tersebut. Pada akhirnya, video yang dicari pun tidak pernah ada.
Ini lah 4 jebakan yang mengintai di balik link video viral syur Andini Permata!
Tag
Berita Terkait
-
4 Misteri Terbesar Kasus Video Syur Andini Permata dan Bocil yang Diburu Warganet
-
5 Fakta Mengejutkan Andini Permata, Sosok Viral yang Video Syur dengan Bocil Diburu
-
Fenomena Video Syur Andini Permata: Nama Fiktif, Akun Palsu atau Marketing?
-
Video Diduga Syur Andini Permata Viral: Ini 7 Fakta Misterius yang Bikin Netizen Kepo
-
Misteri Andini Permata, Siapa Sosok di Video Viral 2 Menit 31 Detik Itu?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!
-
Dari BoP sampai Perjanjian Dagang: Lawatan Prabowo ke AS Dianggap Tabrak Konstitusi, Ini Alasannya
-
Anggota Denintel Kodam XVII/Cendrawasih Gugur Diserang KKB di Nabire
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA