Kasus ini dipastikan telah naik ke tingkat penyelidikan yang lebih tinggi. Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus telah diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya untuk pendalaman yang lebih intensif.
"Untuk saat ini, perkara penemuan jenazah di kosan Gondangdia ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya," ujar Kompol Rezha saat dihubungi pada hari Kamis.
Pengambilalihan ini mengindikasikan adanya dugaan kompleksitas dalam kasus kematian sang diplomat.
Untuk mendukung penyelidikan, tim dari Inafis dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah turun tangan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendetail dan mengumpulkan berbagai bukti forensik.
Sejumlah saksi kunci telah diperiksa oleh pihak kepolisian, termasuk istri korban, pemilik indekos, penjaga yang pertama kali menemukan jenazah, serta tetangga di sekitar lokasi.
Dua unit CCTV dari area sekitar juga telah diamankan untuk dianalisis lebih lanjut oleh tim digital forensik.
Pihak berwenang menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung secara komprehensif untuk mengungkap apakah kematian pria berusia 39 tahun itu disebabkan oleh faktor medis, bunuh diri, atau adanya unsur tindak pidana.
Sementara proses penyelidikan masih bergulir, jenazah Arya Daru Pangayunan telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Bantul, Yogyakarta.
Baca Juga: Membongkar 'Locked-Room Mystery' Diduga Modus Kematian Arya Daru: Saat TKP Berbicara Bohong
Tag
Berita Terkait
-
Membongkar 'Locked-Room Mystery' Diduga Modus Kematian Arya Daru: Saat TKP Berbicara Bohong
-
Detik- detik Diplomat Kemlu Tewas dengan Wajah Dilakban: Misteri Smart Lock dan Pesan Ojol Terakhir
-
Pemakaman Arya Daru: Kemlu Pilih Tunggu Hasil Polisi, Tolak Spekulasi Penyebab Kematian
-
DPR Turun Tangan, Desak Polisi Ungkap Misteri Kematian Diplomat ADP dan Singgung Isu Sensitif TPPO
-
Benarkah Isu Diplomat Arya Daru Dibunuh Karena Endus Mafia Perdagangan Manusia? Ini Kata Kemlu
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi
-
Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat