Suara.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, tengah menghadapi ‘bulan-bulan sibuk’.
Setelah dua kali diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Nadiem kini harus berhadapan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengadaan layanan Google Cloud.
Nadiem Makarim memenuhi panggilan KPK pada hari Kamis (7/8/2025) untuk memberikan keterangan dalam penyelidikan dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan layanan Google Cloud di kementerian yang pernah dipimpinnya.
Menteri era Jokowi itu didampingi oleh pengacaranya, Hotman Paris saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi di gedung antirasuah.
“Alhamdulillah sudah selesai saya diminta memberikan keterangan mengenai pengadaan cloud di Kemendikbud.” ujar Nadiem pada Kamis malam, usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih sekitar sembilan jam di Gedung Merah Putih KPK.
Saat itu, Nadiem juga mengapresiasi KPK yang telah memberinya kesempatan untuk memberikan keterangan.
“Saya ingin berikan apresiasi sebesar-besarnya kepada KPK yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan keterangan.” ujar Nadiem.
Sebelumnya, Nadiem telah dua kali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin (23/6/2025) dan Selasa (15/7/2025).
Pemeriksaan di Kejagung tersebut terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam Program Digitalisasi Pendidikan periode 2019-2022.
Baca Juga: Babak Akhir Penyelidikan Kasus Kuota Haji di KPK, Siapa Tersangka?
Kasus yang ditangani Kejagung tersebut diduga merugikan negara hingga Rp1,9 triliun. Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.
Meskipun kedua kasus tersebut ditangani oleh dua lembaga penegak hukum yang berbeda, KPK menyebut bahwa kasus pengadaan Google Cloud yang mereka selidiki memiliki kaitan dengan kasus pengadaan Chromebook yang ditangani oleh Kejagung.
Kedua kasus tersebut sama-sama bermuara pada program digitalisasi pendidikan yang dicanangkan pada periode 2019-2022.
Reporter : Nur Saylil Inayah
Berita Terkait
-
Dua Anggota DPR Jadi Tersangka TPPU Dana CSR, KPK: Kita Susuri Sampai ke Partai Politik!
-
'Dicomot' usai Ikut Rakernas NasDem di Makassar, Detik-detik KPK OTT Bupati Koltim Abdul Azis
-
KPK Ungkap Alasan Periksa Eks Anggota V BPK RI dalam Kasus BJB
-
Babak Akhir Penyelidikan Kasus Kuota Haji di KPK, Siapa Tersangka?
-
Usai Periksa Gus Yaqut, KPK Yakin Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Naik Penyidikan Bulan Ini
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat