Suara.com - Kontroversi film animasi "Merah Putih One for All" memasuki babak baru yang semakin misterius.
Setelah dihujani kritik pedas oleh warganet karena kualitasnya dianggap di bawah standar, kini giliran jejak digital sang produser, PT Perfiki Kreasindo, yang mendadak "lenyap" dari internet.
Website resmi mereka kini tidak bisa diakses, memicu gelombang spekulasi baru yang lebih liar.
Ketika publik mencoba mencari tahu lebih dalam mengenai profil perusahaan di balik karya kontroversial ini, mereka justru disambut dengan halaman eror bertuliskan "This site can’t be reached" atau "404 Not Found".
Hilangnya akses ini terjadi tepat di puncak badai kritik, sebuah kebetulan yang bagi banyak orang terlalu sulit untuk dipercaya sebagai masalah teknis semata.
Fenomena ini sontak mengubah arah perdebatan.
Jika sebelumnya fokusnya adalah pada kualitas produk, kini sorotan tajam mengarah pada transparansi dan akuntabilitas sang pembuat film.
"Menghilangnya" website ini dianggap sebagai upaya untuk menghindari sorotan publik dan pertanyaan-pertanyaan sulit yang mulai bermunculan.
Dari Krisis Kualitas Menjadi Krisis Kepercayaan
Baca Juga: Kapan Film Kartun Merah Putih One For All Tayang di Bioskop? Trailernya Dihujat Netizen
Bagi audiens digital yang kritis, tindakan ini—disengaja atau tidak—dianggap sebagai sebuah pengakuan tersirat.
Logika sederhana warganet berbunyi: "Jika memang bangga dan yakin dengan karyanya, mengapa harus bersembunyi?"
Aksi "menghilang" ini secara tidak langsung memperkuat narasi negatif yang sudah ada, terutama tudingan bahwa film ini adalah "proyek kejar setoran" yang tidak digarap dengan serius.
Sebuah website perusahaan adalah portofolio utamanya.
Di sana biasanya terpampang daftar proyek, visi-misi, dan profil tim. Dengan menonaktifkannya, muncul spekulasi bahwa ada sesuatu dalam jejak digital tersebut yang tidak ingin dilihat publik saat ini.
Tanpa website resmi, publik dan media kesulitan mencari informasi primer mengenai Perfiki Kreasindo, memaksa mereka bergantung pada sumber sekunder dan spekulasi yang beredar.
Tag
Berita Terkait
-
Kapan Film Kartun Merah Putih One For All Tayang di Bioskop? Trailernya Dihujat Netizen
-
Ryan Sutradara Jumbo Sindir Keras Film Merah Putih: One For All, Sentil Animasi Asal Jadi
-
Kampanye Nasionalisme Gagal Sentuh Hati? Film 'Merah Putih One for All' Menuai Banyak Kritik
-
Siapa Pembuat Film Animasi Merah Putih One For All yang Tuai Kontroversi?
-
7 Fakta Viral Film Kartun Merah Putih One For All Banjir Dikritik, Kalah Jauh dari Jumbo?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara