Suara.com - Sebuah unggahan di Facebook menggunakan nama akun “Pusat Pelapor PPATK” mengklaim menyediakan tautan buka blokir rekening PPATK.
Tautan itu disebut-sebut sebagai sarana konfirmasi agar rekening tabungan tidak masuk daftar blokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sekaligus membuka kembali rekening yang sudah diblokir.
Berikut narasi yang beredar:
“Khawatir Rekening Tabungan Anda diblokir Oleh PPATK? Segera Daftar Rekening yang masih Aktif/Terpakai Melalui Link yang sudah Kami sediakan.
Dan untuk juga yang Sudah Terlanjur di blokir Juga bisa registrasi ulang melalui Link pendaftaran dibawah.”
Lantas, benarkah informasi dalam tautan buka blokir rekening PPATK tersebut?
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi PPATK maupun situs resmi pemerintah.
Alih-alih, tautan itu membawa pengguna ke sebuah laman yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, provinsi, dan nomor ponsel yang nantinya terhubung ke aplikasi Telegram.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa tautan tersebut adalah phishing, sebuah modus penipuan digital untuk mencuri data pribadi masyarakat.
Bukti berupa tangkapan layar menunjukkan pengguna diarahkan untuk mengisi informasi yang sangat sensitif tanpa jaminan keamanan. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengklik tautan buka blokir rekening PPATK yang beredar sembarangan di media sosial.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyatakan bahwa proses analisis terhadap 122 juta rekening pasif atau dormant telah rampung. Saat ini, tidak ada lagi pemblokiran massal terhadap rekening yang tidak aktif.
“Saya tegaskan lagi, per hari ini semua sudah kita rilis dan kita kembalikan ke bank. Sudah selesai,” ujar Ivan.
PPATK juga menegaskan bahwa pembekuan terhadap rekening yang tidak aktif selama tiga hingga 12 bulan sudah dicabut. Jika tidak ditemukan aktivitas mencurigakan, rekening tersebut akan otomatis dibuka kembali, dan reaktivasi sepenuhnya berada di tangan pihak bank, bukan PPATK.
Masyarakat diminta waspada terhadap beredarnya link palsu PPATK yang menyaru sebagai jalur legal membuka rekening. Tidak ada program dari pemerintah atau PPATK yang meminta masyarakat mengisi data pribadi melalui tautan yang tersebar di media sosial.
Jika menerima informasi serupa, masyarakat disarankan untuk mengonfirmasi langsung ke lembaga resmi atau bank yang bersangkutan. Langkah ini penting agar tidak menjadi korban penipuan online berkedok PPATK.
Kesimpulan
Narasi tautan buka blokir rekening PPATK yang beredar adalah berita bohong atau hoaks.
Berita Terkait
-
Viral Momen IShowSpeed Jadi 'Presiden FIFA Dadakan', Tapi Cuma 5 Menit
-
Berantas Terorisme hingga TPPU, PPATK Ajukan Tambahan Anggaran Rp516,4 Miliar ke DPR
-
Siapa Sudaryono Wamentan? Ini Biodata dan Perjalanan Karier Mas Dar
-
Viral Tawuran Berujung Curanmor di Karawang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain
-
Hoaks Kesehatan di Sosmed hingga AI Jadi Rujukan Konsultasi, Ini Pandangan RS Pelni
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Karangan Bunga Hitam Putih Dedi Mulyadi Jadi Sorotan di Balai Kota
-
Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui
-
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
-
Jakarta HUT ke-499, Gubernur Soroti Masalah Sampah di Tengah Perayaan di Monas