Suara.com - Konten kreator politik Fathian Pujakesuma kembali melontarkan kritik pedas terhadap anggota DPR, menyusul pernyataan yang menyebut biaya kos mencapai Rp 3 juta.
Menurutnya, pernyataan tersebut bukan sekadar salah hitung, melainkan bentuk nyata ketidakpekaan wakil rakyat terhadap kondisi publik.
“Menurut gua, bapak-bapak wakil ketua DPR itu salah ngomong aja. Maksudnya Rp 3 juta sehari, bukan sebulan. Jadi dikali 26 hari kerja, kali ya, Rp 78 juta. Nombok gitu, gitu maksudnya,” ujar Fathian dalam videonya, disadur Senin, 25 Agustus 2025.
Meski mengaku tak percaya ada anggota DPR yang “segoblok itu”, Fathian menilai pernyataan tersebut tetap menunjukkan betapa jauhnya logika para wakil rakyat dari realitas masyarakat.
“Dia goblok, iya, tapi kayaknya enggak segoblok itu deh,” sindirnya.
Fathian lalu menyoroti kemungkinan biaya Rp 3 juta per hari itu merujuk pada standar hotel berbintang, bukan kos-kosan biasa.
Ia bahkan membandingkan dengan harga kamar di sejumlah hotel mewah di Jakarta.
“Kalau yang dia maksudkan adalah kos-kosan Rp 3 juta sehari, itu kos-kosan macam apa bangsat? Kita cek Traveloka deh. Hotel Shangri-La Rp 2,3 juta, Hotel Mulia Rp 2,4 juta, Fairmont Rp 2,6 juta, Langham Rp 2,9 juta. Lu mau nginep di hotel bintang lima? Sinting!” tegas Fathian.
Lebih jauh, ia menilai pernyataan anggota DPR tersebut sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian publik dari isu yang lebih substansial, yakni penggunaan anggaran puluhan juta yang tak pernah dijelaskan secara transparan.
Baca Juga: Kos Rp 3 Juta Disebut Hotel Mewah, Fathian: Alasan DPR Tolol Banget
“Sebetulnya Rp50 juta itu lari ke mana, tapi enggak mungkin dong dia jawab jujur. Akhirnya dibuatlah argumen-argumen tolol. Dia tahu lagi diketawain se-Indonesia, digoblok-goblokin, tahu dia, tapi bodo amat,” kata Fathian.
Menurutnya, sikap semacam ini menunjukkan bahwa sebagian anggota DPR lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya dibanding rakyat yang diwakili.
“Yang penting karir saya aman, yang penting bos saya tidak marah, yang penting saya kaya-raya. Udah gitu aja. Persetan rakyat,” ujarnya sambil mengacungkan jari tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah
-
Total Ada 38 Ribu Penerima Beasiswa LPDP, Dirut Ingatkan Etika dan Tanggung Jawab Moral Uang Pajak
-
Jadwal Lengkap Layanan Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta Selama Ramadhan 2026
-
Buntut Kontroversi "Cukup Aku WNI", LPDP Hitung Refund Beasiswa AP Suami Mbak DS Plus Bunga
-
Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!
-
Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP? Dirut Sudarto Buka Suara: Kami Cari Top of The Top Talenta
-
Siapa Bermain di Balik Bansos Beras PKH? KPK Periksa Pejabat dan Direksi Perusahaan
-
Warning Bagi Awardee! LPDP Sanksi Alumni Tak Pulang, Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Mi
-
Terungkap! Asal Pelat L 1 XD Vellfire di SPBU Cipinang, Pelaku Agresif Karena Sabu dan Ganja
-
Bansos Beras Tak Sampai Titik Akhir, KPK Bongkar Borok Distribusi yang Diduga Tak Sesuai Kontrak