Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) akan menyalurkan santunan kepada keluarga korban kerusuhan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data yang diterima Kemensos, terdapat tujuh korban jiwa dan enam korban luka berat akibat insiden tersebut.
Tiga dari tujuh korban jiwa tersebut adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di DPRD Makassar.
"Kita akan berikan bantuan sesuai dengan tugas dan fungsi kami ya. Kepada yang wafat kita juga ada, kita akan berikan santunan. Terus bagi yang luka-luka kita akan beri dukungan sesuai dengan program yang ada di lingkungan Kementerian Sosial," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul kepada media di Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Gus Ipul menambahkan, nominal santunan akan bervariasi tergantung kondisi korban dan akan diberikan dalam waktu dekat.
"Sudah kita lakukan assessment dan ini sudah dilakukan, mungkin dalam 1-2 hari ini akan kita serahkan. Untuk yang wafat itu kita memang punya [santunan] Rp15 juta per orang. Kemudian ada yang luka-luka tergantung ada ringan, ada berat dan lain sebagainya," ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa santunan ini merupakan tahap awal. Nantinya, Kemensos juga akan meninjau kebutuhan pemberdayaan sosial bagi keluarga korban untuk jangka panjang.
"Kita akan melihat tindak lanjutnya apakah keluarga yang wafat itu memerlukan pemberdayaan sosial dan lain sebagainya. Kita akan lakukan pendampingan. Tapi yang tahap pertama ini memang ada santunan yang bisa diberikan kepada yang wafat maupun kepada yang luka-luka," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!