Suara.com - Kursi pemerintahan Indonesia kembali diwarnai dengan wajah baru. Presiden Prabowo Subianto hari ini, Senin (8/9/2025), secara resmi melantik Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, menggantikan Budi Arie Setiadi.
Pelantikan yang digelar di Istana Negara ini menandai babak baru bagi Kementerian Koperasi, sekaligus mengundang tanya publik, yaitu siapa sebenarnya Ferry Juliantono?
Rekam jejaknya yang panjang sebagai aktivis dan politisi senior Partai Gerindra menjadi sorotan utama.
Namanya bukanlah sosok asing bagi mereka yang mengikuti dinamika politik nasional, terutama sejak era reformasi.
Profil dan Rekam Jejak Ferry Juliantono
Lahir di Jakarta pada 27 Juli 1967, Ferry Juliantono menempuh pendidikan Sarjana di bidang Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Namun, namanya mulai dikenal luas saat ia aktif dalam gerakan mahasiswa pada tahun 1998.
Kala itu, Ferry Juliantono menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor dan terlibat aktif dalam aksi-aksi yang mendorong reformasi.
Perjalanan politiknya secara formal dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Gerindra. Kedekatannya dengan Prabowo Subianto membawanya ke berbagai posisi strategis di partai.
Baca Juga: Prabowo Lakukan Reshuffle Kabinet Sore Ini, Budi Arie: Kita Kerja Saja Mengurus Rakyat
Ferry Juliantono pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra dan aktif dalam tim pemenangan Prabowo dalam beberapa kali pemilihan presiden. Kepercayaan ini membuktikan loyalitas dan kapabilitasnya di mata sang ketua umum.
Sebelum ditunjuk menjadi menteri, Ferry juga memiliki pengalaman di lingkungan pemerintahan sebagai Wakil Menteri Perindustrian.
Jabatan tersebut memberinya pemahaman mendalam mengenai seluk-beluk industri nasional, sebuah bekal yang dinilai relevan untuk mengelola sektor koperasi dan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
Kini, babak baru dalam karier Ferry Juliantono telah dimulai. Tugas berat menantinya, mulai dari modernisasi koperasi, peningkatan daya saing UMKM di era digital, hingga memastikan program-program pemerintah tepat sasaran.
5 Menteri yang Terkena Reshuffle
Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih hari ini, Senin (8/9/2025), dengan mengganti lima posisi menteri.
Berdasarkan keterangan dari Istana, kelima menteri yang jabatannya diganti adalah Budi Gunawan dari posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan, serta Abdul Kadir Karding sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Selain itu, Budi Arie Setiadi juga digantikan dari posisinya sebagai Menteri Koperasi, dan Dito Ariotedjo dari kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Perombakan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan sejak Prabowo dilantik sebagai presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Tak Perlu S1! Panja RUU Polri Sepakati Syarat Masuk Polisi Tetap Minimal Lulusan SMA
-
Menaker Yassierli Bawa Mandat Presiden Prabowo, Indonesia Serahkan Ratifikasi Konvensi ILO 188
-
Soal Foto Uang Asing Viral, KPK Luruskan Informasi Penggeledahan di Rumah Eks Wamen Imipas
-
Pengamat: Masyarakat Sipil Belum Cukup Solid untuk Dorong Reformasi 98 Jilid 2
-
Maut di Jembatan Bitung: Tokoh Pramuka Banten Tewas Ditabrak Lari Truk, Polisi Buru Pelaku
-
Geger Ledakan di Galian Pipa Fatmawati! Kabel Listrik Tersambar, Wajah 2 Pekerja Luka Bakar
-
Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru: Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Cuma Jadi Beban!
-
Ngeri! Detik-detik Ledakan di Fatmawati Jaksel, Wajah Dua Pekerja Terluka
-
Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman Listrik
-
Jelang Vonis, Tim Advokasi Minta Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Dihentikan