Suara.com - Sekjen Gerindra Sugiono mengungkap arahan yang disampaikan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dalam pertemuan yang digelar internal partainya.
Pada Senin (8/9/2025) malam, anggota DPR RI dari fraksi Gerindra dikumpulkan di kediaman Prabowo yang berada di Jalan Kartanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dalam pertemuan itu, Prabowo katanya, meminta agar seluruh anggota DPR RI dari fraksi Gerindra untuk menjaga ucapan dan perilakunya.
"Menjaga juga gaya hidup agar tidak berlebihan tidak menyakiti masyarakat dan bisa menjadi representasi yang baik," kata Sugiono kepada wartawan.
Pesan itu katanya menjadi penekanan dari Prabowo.
"Itu saja pesannya menjaga gaya hidup. Terus kemudian menjaga tutur kata, menjaga ucapan jangan sombong, jangan pamer apa istilahnya itu, flexing, enggak ada gunanya," katanya.
Dia menyebut sebagai kader Gerindra, memiliki kewajiban untuk menyukseskan program pemerintah Prabowo sebagai presiden.
"Kita fokus bagaimana menyukseskan program-program pemerintah yang dipimpin presiden Prabowo yang di bulan masuk bulan 11 itu sudah sampai capaian-capaian cukup tinggi itu harus disukseskan. Kita bertugas untuk mengamankan menjaga semua program," katanya.
Sementara saat ditanya apakah dalam pertemuan itu turut membahas RUU Perampasan Aset, Sugiono menyebut dalam pertemuan itu lebih membahas internal partai.
Baca Juga: CEK FAKTA: Klaim Prabowo Pindahkan 150 Ribu TKI dari Malaysia ke Jepang
"Ini adalah untuk ke dalam internal, tidak membahas subtansi yg lebih dari apa yang saya sampaikan," katanya.
Sebagaimana diketahui, anggota DPR RI dari fraksi Gerindra dikumpulkan di kediaman Prabowo.
Mereka mulai berdatangan sejak pukul 19.30 WIB. Pertemuan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB.
Mereka yang hadir di antaranya Rahayu Saraswati, Andre Rosiade, Ahmad Dhani, Mulan Jameela, hingga, Daco hingga Habiburokhman
Selain itu ada juga Ketua MPR, Ahmad Muzani, hingga Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
Berita Terkait
-
Bukan Mundur, Bukan Dicopot, Istana Ungkap Alasan Prabowo Ganti Sri Mulyani
-
Dilantik Prabowo Jadi Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf Punya Harta Rp16,2 Miliar
-
Profil Abdul Kadir Karding: Aktivis PMII Jadi Menteri, Kini Dicopot Prabowo Usai Viral Main Domino
-
Kekayaan Ferry Juliantono, Gantikan "Kursi" Budi Arie yang Dicopot Prabowo dari Menteri Koperasi!
-
Alasan Menko Polkam dan Menpora Kosong: Prabowo Tunjuk Ad Interim hingga Calon Ada di Luar Kota
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan