- BNN bersama Brimob menggerebek dua sarang narkoba di Kampung Bahari, menangkap 18 orang di sebuah kos-kosan dan lapak di rel kereta api
- Penggerebekan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus yang lebih besar, di mana BNN sedang memburu beberapa target operasi utama berdasarkan analisis intelijen
- Petugas menyita puluhan paket sabu, ekstasi, ganja, 74 alat isap (bong), 15 timbangan, dan uang tunai jutaan rupiah dari lokasi
Suara.com - Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali membara. Dalam sebuah operasi penggerebekan terpadu yang menegangkan pada Rabu (5/11), Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Brimob Polda Metro Jaya berhasil menciduk 18 orang dari dua lokasi yang dikenal sebagai sarang narkoba. Namun, di balik penangkapan ini, BNN mengisyaratkan adanya target operasi yang lebih besar yang kini tengah dalam pengejaran.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, mengonfirmasi bahwa operasi ini bukan sekadar penindakan biasa. Ada profil-profil tertentu yang sudah masuk dalam radar intelijen dan menjadi fokus utama pengejaran tim di lapangan.
"Kami sedang mengembangkan dari kasus ini, selain ada juga beberapa target yang kami kembangkan dari hasil analisis oleh intelijen untuk mendapatkan beberapa orang atau beberapa profil untuk kita kejar," kata Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Penggerebekan ini menyasar dua titik panas di Kampung Bahari. Lokasi pertama adalah sebuah bangunan kos-kosan berwarna oranye yang dicurigai menjadi pusat transaksi, dan yang kedua adalah lapak-lapak liar di sepanjang rel kereta api yang kerap disalahgunakan.
"Titik sekarang adalah Kampung Bahari. Di Kampung Bahari ini ada dua titik yang kami lakukan penindakan, salah satunya ada di bangunan atau kos-kosan yang oranye, satu lagi yang lapak di rel kereta api," jelas Roy Hardi sebagaimana dilansir Antara.
Dari total 18 orang yang diamankan, 17 di antaranya ditangkap di dalam kos-kosan, sementara satu orang lainnya diciduk di area rel kereta. Para tersangka yang berhasil diringkus berinisial MFE, SUPA, FIK, DE, DAR, MSUH, SAR, RUD, RAM, BAR, RAF, AN, RAN, AN, LING, AM, RA dan NUR.
Modus operandi yang digunakan para pelaku terbilang nekat. Mereka secara aktif mengajak siapa saja yang melintas untuk masuk ke dalam lapak mereka, menawarkan untuk mencoba atau langsung membeli narkotika yang sudah disiapkan.
"Kemudian di dalam, mereka minta untuk mencoba atau beli barang dari hasil yang sudah mereka siapkan terhadap barang-barang yang ada di lokasi," ungkap Roy.
Dalam operasi senyap tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti dalam jumlah besar. Di antaranya adalah puluhan paket sabu dengan total berat lebih dari 100 gram, puluhan butir ekstasi dengan logo "Transformer" dan "LV", serta puluhan paket kecil ganja.
Baca Juga: BNN Gerebek Kampung Bahari, 18 Orang Ditangkap di Tengah Perlawanan Sengit Jaringan Narkoba
"Selain itu terdapat 74 alat hisap (bong), 15 timbangan, uang tunai Rp7.673.000 dan 11 ponsel yang berhasil diamankan oleh petugas," pungkas Roy.
Berita Terkait
-
BNN Gerebek Kampung Bahari, 18 Orang Ditangkap di Tengah Perlawanan Sengit Jaringan Narkoba
-
Dapat 'Restu' BNN usai Ditangkap Kasus Narkoba, Onad Bakal Direhab di Sini
-
Haddad Alwi dan SANS Bikin Siswa SMA Terharu, Kampanye Anti-Narkoba yang Menyentuh Kalbu
-
Mendagri dan Kepala BNN Bahas Penguatan Sinergi Penanggulangan Narkoba
-
Penggerebekan Pesta Seks Sesama Jenis di Surabaya: Polisi Ciduk 34 Pria Tanpa Busana!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha