- DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur Pramono Anung untuk segera menetapkan UMP 2026.
- Penetapan UMP dinilai krusial karena menjadi acuan bagi dunia usaha dan pekerja.
- Gubernur menyatakan penetapan masih menunggu hasil pembahasan dari forum tripartit.
Suara.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mendesak Gubernur Pramono Anung untuk segera menetapkan Upah Minimum Provinsi atau UMP tahun 2026. Kepastian angka ini dinilai sangat krusial karena menjadi acuan vital bagi keberlangsungan ekonomi di Ibu Kota.
Menurut Khoirudin, penetapan UMP sangat dinantikan karena memiliki efek domino yang luas, menjadi patokan bagi dunia usaha, pekerja, hingga sektor transportasi. Ia menekankan urgensi penetapan ini agar tidak menimbulkan ketidakpastian yang berlarut-larut.
"Saya mendorong Pak Gubernur segera menetapkan UMP tersebut," ujar Khoirudin di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/12/2025).
Meskipun mendesak, DPRD menyerahkan sepenuhnya mekanisme penghitungan dan formulasi kenaikan upah kepada pihak eksekutif, yang akan berpedoman pada arahan dari pemerintah pusat.
Tanggapan Gubernur
Menanggapi desakan tersebut, Gubernur Pramono Anung menyatakan bahwa proses penetapan UMP 2026 saat ini masih dalam tahap pembahasan di forum tripartit. Ia berjanji akan segera mengumumkannya setelah menerima laporan hasil pembahasan tersebut.
"Kami menunggu hasilnya. Begitu laporan diserahkan, saat itu juga akan kami umumkan secara terbuka," kata Pramono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi
-
Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi
-
Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak
-
Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme
-
Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang
-
Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi