- Arsitek urbanis Marco Kusumawijaya mendesak pemerintah segera amankan kayu sisa banjir di Sumatera dan Aceh.
- Kayu gelondongan dan ranting sangat strategis untuk bahan bakar serta material rehabilitasi rumah korban bencana.
- Kayu sisa bencana dapat digunakan sebagai cerucuk untuk memperkuat struktur bangunan di atas lapisan lumpur.
Menunggu pasokan material bangunan dari luar daerah dinilai tidak efisien karena infrastruktur jalan yang rusak parah. Karena itu, pemanfaatan sumber daya kayu lokal adalah solusi paling realistis.
Marco menyadari banyak pemerintah kabupaten kewalahan hingga "menyerah" karena ketiadaan dana dan alat berat. Namun, peran manajerial tetap bisa dilakukan.
“Makanya ada 6 atau 7 kabupaten menyerahkan kan gitu karena tidak punya alat, tidak punya dana, Tapi dia berjalan. Nah dia bisa melakukan pengelolaan ini,” kata Marco.
Ia menyarankan agar pemerintah memfasilitasi alat kerja sederhana agar warga bisa mengolah kayu tersebut secara mandiri.
“Limbah-limbah kayu ini. Jangan disebut limbah sebetulnya karena ini masih bisa dimanfaatkan, dikumpulkan, dipilah, lalu dibagikan kepada masyarakat. Dibantu dengan peralatan. Kirim gergaji, kirim kapak, kirim cangkul, kirim sekop,” tegasnya.
“Nah ini sekarang saat yang tepat gitu. Jadi sambil melakukan operasi tanggap darurat, ini bahan-bahan ini diselamatkan,” pungkas Marco.
Reporter: Dinda Pramesti