- Pasukan Delta Force AS menangkap Presiden Maduro pada Sabtu, 3 Januari 2026, terkait perebutan kendali cadangan minyak dunia.
- Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar dunia (303,22 miliar barel), terkonsentrasi di Sabuk Orinoco.
- Meskipun kaya minyak, produksi Venezuela merosot drastis; AS berkepentingan karena kedekatan logistik pengiriman minyak berat.
Meskipun cadangan minyak Venezuela melimpah, mayoritas jenis minyak yang ada bertipe extra-heavy crude oil atau minyak mentah ekstra berat.
Minyak jenis ini sangat kental dan padat seperti aspal. Juga sulit mengalir karena memiliki viskositas tinggi dan densitas lebih berat dibanding minyak ringan.
Untuk daoat mengolah minyak jenis ini menjadi bahan bakar siap pakai, butuh teknologi kilang yang canggih dan investasi besar.
4. Perusahaan Minyak Patungan PDVSA
Petroleos de Venezuela S.A (PDVSA) adalah perushaan minyak dan gas alam milik pemerintah Venezuela.
Perushaan ini mengizinkan perushaan asing untuk berinvestasi, tetapi tetap menjadi pemegang saham terbesar sebanyak 60 persen saham dalam usaha patungan ini.
PDVSA mendirikan usaha patungan dengan perusahaan minyak dari negara lain, yaitu China National Petroleum Corporation (CNPC), Rosneft Rusia, Chevron, Statoil, Total, dan ENI.
5. Keunggulan Minyak Venezuela Terhadap Kilang Minyak AS
Secara logistik, minyak Venezuela lebih murah untuk dikirim ke Amerika Serikat (AS) dibanding minyak dari negara di Timur Tengah, karena jarak geografis yang sangat dekat.
Baca Juga: Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya
Venezuela menghasilkan minyak berat yang sangat dibutuhkan AS, dan kilang-kilang minyak di AS memang dirancang khusus untuk memproses minyak berat khas Venezuela.
Inilah alasan yang disinyalir sebagai strategi AS mengerahkan kekuatan di Laut Karibia guna menagamankan jalur distribusi tersebut.
6. Penyalahgunaan Hasil Minyak untuk Jaringan Narkoterorisme
Amerika Serikat menuduh Maduri menggunakan keuntungan dari sektor minyak untuk mendanai jaringan narkoterorisme internasional.
Alih-alih digunakan untuk kesehatan rakyat, hasil kekayaan alam tersebut diduha dikoruosi untuk mempertahankan kekuasaan absolut rezim.
Hal inilah yang menjadi dasar hukum AS untuk melakukan intervensi militer langsung.
7. Kemerosotan Produksi Minyak
Meski memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi kontribusi Venezuela dalam memproduksi minyak global bahakan kurang dari 1 persen.
Pada dekade 1960-an Venezuela justru bisa menyumbang 10 persen produksi minyak global. Sejak 1990-an, produksi minyak Venezuela telah merosot sekitar 70 persen.
Kemerosotan inilah yang akhirnya dibantu oleh AS untuk memperoleh lisensi dan mengizinkan sejumlah mitra asing beroperasi di Venezuela dan melakukan ekspor minyak.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?
-
Profil Delcy Rodriguez, Wapres yang Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS
-
Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional
-
5 Fakta Reaksi Rakyat Venezuela Usai Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS
-
Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sosok Sespri Prabowo, Rizky Irmansyah: Karier, Jabatan, dan Gaji
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan, Turnamen Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Sukses Digelar
-
Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta
-
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
-
Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf
-
Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?