- Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 menegaskan Indonesia konsisten tidak pernah gagal bayar utang.
- Kredibilitas Indonesia diakui internasional karena disiplin membayar seluruh warisan utang sebelumnya.
- Utang Indonesia bervariasi signifikan sepanjang sejarah, mencapai Rp8.253 triliun pada akhir era Jokowi.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menegaskan Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang.
Menurut Prabowo, sikap disiplin dalam membayar utang merupakan bukti dari kredibilitas yang dimiliki Indonesia.
Prabowo menegaskan kredibilitas Indonesia di mata internasional yang telah teruji tersebut tidak didapatkan begitu saja, melainkan dijaga secara susah payah selama bertahun-tahun.
Kredibilitas suatu bangsa dan negara memang perlu dijaga dan dipertahankan. Sebab, menjadi sangat mahal apabila kredibilitas bangsa dan negara tersebut hilang.
"Indonesia dalam sejarah kami tidak pernah sekalipun gagal bayar utang.
Tidak pernah sekalipun," kata Prabowo di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Prabowo menegaskan utang yang ditinggalkan pemerintah sebelumnya akan dibayarkan oleh pemerintahan selanjutnya. Ia menyebut kepala negara yang terpilih akan selalu membayarkan utang warisan dari pemerintahan sebelumnya.
"Rezim yang menggantikan selalu membayar utang dari rezim sebelumnya. Presiden akan selalu menghormati utang dari pemerintahan sebelumnya," kata Prabowo.
Lantas, berapa utang Indonesia dari era dulu hingga era saat ini? Termasuk utang Indonesia dari Presiden pertama Soekarno hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
1. Soekarno
Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada masa Presiden Soekarno (1945–1967) menjadi salah satu warisan sejarah yang kompleks dan masih diperdebatkan hingga saat ini.
Baca Juga: Rotasi Besar Polri, Irjen Sandi Nugroho Geser Andi Rian di Polda Sumsel!
Pada tahun 1949, ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, negara ini mewarisi utang sebesar Rp88 triliun.
2. Soeharto
Soeharto memimpin Indonesia selama 31 tahun (1967–1998). Pada masa kepemimpinannya, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun, pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan peningkatan utang luar negeri.
Saat Soeharto lengser dari jabatannya pada tahun 1998, total utang luar negeri Indonesia mencapai Rp551 triliun. Jumlah ini setara dengan 57,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat itu.
3. B.J. Habibie
Habibie memimpin Indonesia pada masa yang penuh gejolak, ketika krisis ekonomi melanda Asia pada tahun 1997. Salah satu dampak dari krisis ini adalah peningkatan utang luar negeri Indonesia yang signifikan.
Saat Habibie naik ke tampuk kepemimpinan pada Mei 1998, total utang luar negeri Indonesia mencapai Rp939 triliun. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan saat Soeharto lengser, ketika utang luar negeri tercatat Rp551 triliun.
4. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Gus Dur memimpin Indonesia pada masa yang penuh tantangan, termasuk di bidang ekonomi. Salah satu warisan yang ditinggalkannya adalah utang luar negeri (ULN) yang cukup besar.
Berita Terkait
-
Rotasi Besar Polri, Irjen Sandi Nugroho Geser Andi Rian di Polda Sumsel!
-
Menlu Sugiono Sebut Dunia Sambut Positif Pidato 'Prabowonomics', Indonesia Naik Tingkat?
-
Momen Menarik saat Prabowo Lepas Sarung Tangan Demi Salami dan Beri Koin ke Pengawal Swiss
-
Inntip Momen Keakraban Macron Sambut Prabowo di Paris, Ada Pelukan Hangat saat Jamuan Pribadi
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup