- IDAI mengimbau orang tua waspada penyakit saat musim hujan karena kelembaban tinggi memicu pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
- Penyakit seperti influenza, HFMD, campak, diare, dan Leptospirosis mengancam akibat polusi dan sanitasi buruk saat banjir.
- Pencegahan meliputi higiene diri ketat, keamanan pangan, ventilasi baik, serta melengkapi imunisasi anak sesuai anjuran medis.
Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman penyakit yang mengintai anak-anak selama musim penghujan dan bencana banjir.
Dalam media briefing yang digelar Jumat (30/1/2026), pakar kesehatan anak menyoroti bahwa perubahan lingkungan selama musim hujan menjadi "surga" bagi mikroorganisme penyebab penyakit.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), meluruskan persepsi masyarakat yang menganggap air hujan sebagai penyebab langsung penyakit.
"Sebenarnya bukan air hujannya yang menyebabkan sakit itu toh,” ujar Prof. Anggraini.
Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena musim hujan dengan tingkat kelembaban tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 80 persen di wilayah tropis.
Selain itu, genangan air dan penurunan suhu, menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit.
“Jadi tidak secara langsung memang si air hujannya yang membuat sakit,” tambahnya.
Bahaya Polusi dan Zat Kimia Air Hujan
Selain mikroorganisme, Prof. Anggraini mengingatkan bahwa kualitas air hujan, terutama di perkotaan, dapat mengandung zat kimia berbahaya yang mengganggu kesehatan.
Baca Juga: Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah
Berdasarkan data yang dipaparkan, air hujan mengandung 99,9% uap air, namun juga membawa zat lain akibat pencemaran lingkungan:
- Karbon: Berupa silika dan fly ash yang mengikat molekul pada air hujan.
- Asam Nitrat: Terbentuk akibat pencemaran asap pabrik atau erupsi gunung berapi.
- Asam Sulfat: Jika kandungannya berlebihan, dapat menyebabkan gangguan pada pernapasan manusia.
- Garam: Terutama pada hujan yang terjadi di daerah pantai.
Ancaman 'Super Flu' dan Penularan Indoor
Salah satu penyakit yang paling diwaspadai adalah influenza, terutama seiring munculnya mutasi virus Influenza A H3N2. Prof. Anggraini mengungkapkan adanya lonjakan signifikan dalam jumlah diagnosis influenza.
Selain faktor virus, kondisi cuaca dingin pada musim hujan juga mendorong masyarakat lebih sering beraktivitas di dalam ruangan dengan ventilasi tertutup, yang pada akhirnya mempercepat penularan penyakit saluran pernapasan, termasuk campak serta Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura.
Kasus HFMD berpotensi meningkat hingga dua kali lipat karena kelembaban tinggi sangat ideal bagi Enterovirus.
“Campak satu orang itu bisa menularkan ke-18 lainnya. Begitu dia ada di satu ruangan musim penghujan dan dengan penyebab utamanya cakupan imunisasi campak masih rendah, maka angkanya akan naik sebagaimana Indonesia saat ini,” tegas Prof. Anggraini.
Berita Terkait
-
Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah
-
Inul Daratista Idap Penyakit Apa? Ini Kondisi Terbarunya dan Minta Doa Usai Pingsan di Kamar Mandi
-
Risiko Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar, Kemenkes Ingatkan Hal Ini
-
BMKG: Jabodetabek di Puncak Musim Hujan, Waspada Cuaca Ekstrem hingga Mei 2026
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak