- IDAI mengimbau orang tua waspada penyakit saat musim hujan karena kelembaban tinggi memicu pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
- Penyakit seperti influenza, HFMD, campak, diare, dan Leptospirosis mengancam akibat polusi dan sanitasi buruk saat banjir.
- Pencegahan meliputi higiene diri ketat, keamanan pangan, ventilasi baik, serta melengkapi imunisasi anak sesuai anjuran medis.
Krisis Sanitasi dan Risiko Fatal Leptospirosis
Di sisi lain, buruknya sanitasi saat banjir memicu lonjakan penyakit diare hingga lima kali lipat akibat kontaminasi bakteri E. coli, Shigella, dan Salmonella.
Selain itu, ancaman Leptospirosis dari urin hewan di air banjir tetap tinggi karena kondisi Indonesia yang sangat lembab (70-90%) pada suhu 28 sampai 30 derajat celcius.
Bahkan angka kematiannya di Indonesia mencapai 2,5 hingga 16 persen di musim penghujan.
"Leptospirosis ini dari Kementerian Kesehatan juga mengingatkan, di Indonesia kematiannya itu tinggi dan angka kematian yang tinggi ini terutama di musim penghujan," pungkasnya.
Panduan Pencegahan untuk Orang Tua
Untuk meminimalisir risiko penyakit pada anak, IDAI memberikan langkah-langkah pencegahan praktis:
- Higiene Diri: Cuci tangan rutin dengan sabun atau hand-sanitizer alkohol, serta segera ganti pakaian setelah basah.
- Keamanan Pangan: Konsumsi makanan yang baru dimasak, bersih, buah yang dikupas, dan pastikan air minum aman dikonsumsi.
- Lingkungan & Fisik: Pastikan rumah memiliki ventilasi baik, pertahankan suhu tubuh agar hangat, cegah gigitan nyamuk, dan rutin berolahraga.
- Tindakan Preventif Medis: Hindari kehujanan, berjalan di genangan banjir, atau tempat ramai saat wabah, serta lengkapi imunisasi anak sesuai anjuran (terutama campak dan influenza).
IDAI mengimbau orang tua untuk tidak meremehkan gejala awal penyakit pada anak dan segera melakukan konsultasi medis jika kondisi anak menurun selama musim penghujan ini. (Dinda Pramesti K)
Baca Juga: Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah
Berita Terkait
-
Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah
-
Inul Daratista Idap Penyakit Apa? Ini Kondisi Terbarunya dan Minta Doa Usai Pingsan di Kamar Mandi
-
Risiko Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar, Kemenkes Ingatkan Hal Ini
-
BMKG: Jabodetabek di Puncak Musim Hujan, Waspada Cuaca Ekstrem hingga Mei 2026
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
Terkini
-
DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru
-
Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific
-
Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?
-
Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang
-
Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap
-
Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
-
Koalisi Sipil Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diseret ke Sidang Militer: Ada Dugaan Aktor Lebih Besar