- Mantan Wamen ESDM Susilo Siswoutomo bersaksi ekspor BUCO saat pandemi adalah langkah bisnis rasional karena permintaan BBM nasional turun.
- Produksi minyak Banyu Urip harus tetap berjalan meskipun tangki Pertamina penuh, demi menghindari kerusakan sumur permanen.
- Ekspor BUCO menjaga penerimaan negara dan menyelamatkan keuangan Pertamina karena cadangan minyak melebihi kapasitas tampung kilang.
Suara.com - Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menegaskan bahwa kebijakan ekspor minyak mentah Banyu Urip Crude Oil (BUCO) pada masa pandemi Covid-19 merupakan langkah bisnis yang mendesak dan rasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Susilo sebagai saksi ahli dari Yoki Firnandi, Sani Dinar, dan Agus Purwono dalam kasus tata kelola migas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, situasi saat pandemi membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional turun drastis. Dampaknya, kapasitas kilang menurun dan tangki penyimpanan minyak mentah menjadi penuh.
Susilo menjelaskan, produksi minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, tidak bisa begitu saja dikurangi atau dihentikan. Jika sumur berhenti berproduksi, ada risiko kerusakan permanen yang membutuhkan biaya dan waktu besar untuk pemulihan.
“Biasanya SKK Migas akan menginstruksikan produksi tetap berjalan. Tidak ada kontraktor yang mau mengerem produksi karena menyangkut cost recovery dan biaya operasional,” ujar Susilo di persidangan.
Minyak mentah yang diproduksi, lanjutnya, merupakan bagian negara yang harus diserahkan kepada Pertamina. Namun, dalam kondisi permintaan turun dan tangki penyimpanan penuh, Pertamina kesulitan menyerap seluruh pasokan.
Bahkan saat itu, Pertamina sampai harus menyewa floating storage atau tangki terapung di laut untuk menampung kelebihan minyak mentah.
“Kalau tidak diekspor, minyak itu mau diapakan? Kebutuhan tidak ada, tangki penuh. Kalau dibiarkan, rugi semua. Jadi harus diekspor,” tegasnya.
Ia menambahkan, ekspor BUCO bukan hanya menyelamatkan kondisi keuangan Pertamina, tetapi juga menjaga penerimaan negara dari sektor migas di tengah situasi krisis global.
Baca Juga: Jadwal dan Link Streaming Proliga 2026 Malam Ini: Adu Keras Pertamina Enduro vs Electric PLN
“Kalau diekspor, negara tetap dapat revenue. Memang kebutuhannya menurun, tapi produksi tetap jalan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Susilo juga menyoroti maraknya kasus hukum yang menyeret pejabat sektor migas. Ia menilai bisnis minyak dan gas memiliki risiko tinggi dan memerlukan modal besar, teknologi, serta pengalaman.
“Di tahap eksplorasi saja bisa terjadi dry hole, sudah keluar biaya besar tapi tidak dapat minyak,” katanya.
Meski demikian, ia meyakini masih banyak pejabat migas yang berintegritas dan menjadi aset penting dalam pengelolaan sumber daya energi nasional.
“Banyak yang integritasnya sangat tinggi. Itu aset bangsa untuk memproduksi minyak sebaik-baiknya,” ujarnya.
Pandangan senada disampaikan mantan Wakil Ketua KPK, Amien Sunaryadi, yang turut memberikan keterangan terpisah. Ia menekankan bahwa penanganan dugaan korupsi dalam keputusan bisnis tidak bisa hanya berdasar pada kerugian keuangan negara.
Berita Terkait
-
Jadwal dan Link Streaming Proliga 2026 Malam Ini: Adu Keras Pertamina Enduro vs Electric PLN
-
5 Kemenangan Beruntun Jadi Modal Pertamina Enduro, Megawati Incar Posisi Teratas Proliga 2026
-
Tensi AS - Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke 68 Dolar AS
-
Pertamina Resmi Satukan Tiga Anak Usaha ke Subholding Downstream
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser